Awalnya Temuan Saya Diledek
- Prof Khoirul Anwar
Lalu?
Saya sampaikan, saya punya bukti bahwa ini lebih bagus. Kemudian saya submit di AS dan dapat penghargaan.
Kapan itu?
Tahun 2006 di AS dan 2005.
Bagaimana Anda bisa mendapatkan penghargaan itu?
Saya harus di-review dua kali. Pertama harus lolos conference dulu, setelah itu harus di-review lagi.
Â
Siapa pengujinya?
Kita tak tahu, datang dan tidak memperkenalkan diri. Prinsipnya saya mempersembahkan yang terbaik bagi siapa pun yang datang.
Apa sebenarnya inti temuan Anda?
Prinsip untuk kecepatan 4G. Kalau kecepatan yang saya temukan uplink. Kalau pakai ini sistem informasi bisa dikendalikan. Ini overlap tapi tak terjadi interferensi. Tadinya wadah bisa muat tujuh, di-overlap, bisa kita isi lebih banyak. Bisa dioptimalkan ke yang lain.
Â
Memang belum ada ilmuwan yang menemukan teknik itu?
Setahu saya belum ada.
Dari mana idenya?
Di dalam telekomunikasi ada daerah namanya amplifier. Nah, di dalamnya itu ada liniear. Kalau kita melebihi daerah yang linear, maka keluar akan dipotong. Jadi, ini masalah krusial. Terus saya menemukan ada orang propose yang namanya code. Setiap sinyal dikalikan satu-satu kemudian dijumlahkan. Saya temukan. Kalau seperti ini, kita rugi, kompleksitasnya tinggi. Makanya saya propose menggantikan konsep itu dengan FFT.
Apa itu FFT?
FFT itu kalau yang dikenal awam adalah sistem yang mentransformasi waktu menjadi frekuensi dan mentranformasi frekuensi menjadi waktu. Tapi, saya menemukan FFT bukan seperti itu. Dia tak waktu jadi frekuensi dan sebaliknya, frekuensi jadi waktu. Waktu ya tetap waktu. Prinsipnya itu.
Bisa dijelaskan lebih sederhana?
Bahasa umumnya dia menjumlahkan gelombang dengan frekuensi yang bermacam-macam. Jadi misalnya, ini gelombang frekuensi rendah satu periodik kan panjang. Gelombang dari berbagai frekuensi dijumlahkan dan dipilah. Tapi, dalam sistem komunikasi, FFT bisa digunakan untuk membuat overlaping. Jadi (gelombang) tak menjadi rapat, jadi renggang, akhirnya menjadi renggang. Kita pakai overlap tapi tak saling menganggu. Itu inti dari segi komunikasi.
Â
Bisa dianalogikan?
Kalau dianalogikan jalan tol. Kalau konvensional mobilnya saling berdekatan, berjejeran. Nah kalau kita gunakan FFT, maka kita bisa tumpangkan mereka, tapi tak saling menginjak. Tetep berjalan. Kalau biasa, jalan tol bisa muat tiga mobil, kalau FFT bisa muat lima mobil. Ya kayak jalan layang lah.
Dalam 4G, bagaimana penggunaan FFT ini?
Jadi, setiap transmisi dua. Kalau digambarkan itu setiap orang akan memiliki (seperti pancaran sinyal dua) dan itu gabung di udara. Misalnya handphone. Komunikasi antara dua orang, maka akan terjadi penggabungan di udara. Dan ini konsep dari 4G. Kalau di 3G itu tak ada FFT-nya.
Â
Temuan Anda dipakai dalam teknologi 4G?
Ya, saat itu saya tak tahu bakal digunakan dalam teknologi 4G. Menggunakan pola 2 FFT.
Â
Anda memperoleh royalti dari temuan ini?
Kalau dari 4G saya tak dapat royalti, karena saya tidak komplain. Tapi, kalau dari paten (temuannya) yang dijadikan standar internasional itu saya dapatkan royalti. Saya submit 2005 dan dipakai sampai sekarang oleh Jepang. Tahun 2008 saya dapatkan royaltinya.
Temuan Anda dipatenkan dan dikomersialkan untuk bisnis. Kenapa Anda tidak komplain?
Memang harusnya saya komplain. Prinsipnya kalau paten itu, pertama itu ada untuk menyemangati ilmuwan. Dan paten ada umurnya. Dan saya punya prinsip, kita temukan sesuatu itu sebagai amal. Jadi, kalau saya, ya sudah cukup dapat dari royalti. Kedua, kalau sesuatu itu dipatenkan, maka itu akan dibenci ilmuwan lain.