Bank Dunia Prediksi Ekonomi Asia Timur-Pasifik Melemah

Ekonomi China
Sumber :
  • REUTERS/China Daily
VIVA.co.id
- Bank Dunia memprediksikan bahwa pertumbuhan ekonomi di negara-negara berkembang kawasan Asia Timur dan Pasifik akan sedikit melemah.


Dari data yang dilansir dari laporan
East Asia Pacific Economic Update
, pertumbuhan diperkirakan sebesar 6,7 persen pada tahun 2015 dan 2016, atau turun dari 6,9 persen pada tahun 2014.


Menurut Wakil Presiden Bank Dunia untuk Kawasan Asia Timur dan Pasifik, Axel van Trotsenburg, meskipun pertumbuhan di Asia Timur sedikit melemah, kawasan ini berkontribusi dua kali lipat bila dibanding dengan kontribusi semua negara berkembang di kawasan lain, bagi pertumbuhan global.


“Kawasan ini masih merupakan sepertiga dari seluruh pertumbuhan global, dua kali lipat dari kontribusi semua negara berkembang di kawasan lain,” katanya, seperti dikutip dari laman Kementerian Keuangan, Selasa, 14 April 2015.


May Day, Apindo Harap Hubungan Buruh dan Pengusaha Harmonis
Pertumbuhan Tiongkok diharapkan berada di angka tujuh persen selama dua tahun ke depan, atau turun dari 7,4 persen pada tahun 2014.

Perempat Final Thomas Cup 2024: Indonesia Vs Korea Selatan

Sementara itu, pertumbuhan di negara-negara berkembang lainnya kawasan tersebut selain Tiongkok diperkirakan naik menjadi 5,1 persen tahun ini.
May Day, Kapolri Janji Ada Timsus untuk Lindungi dan Kawal Hak Buruh


Faktor pendukungnya adalah permintaan dalam negeri di negara-negara besar di kawasan Asia Tenggara, karena sentimen konsumen yang positif dan rendahnya harga minyak.


Bank Dunia juga merekomendasikan bahwa rendahnya harga minyak dapat mendorong permintaan dalam negeri bagi sebagian besar negara di kawasan ini.


Ini merupakan kesempatan bagi para pembuat kebijakan untuk melakukan reformasi fiskal, yang dapat meningkatkan pendapatan dan mengalihkan belanja negara kepada sektor infrastruktur dan hal-hal produktif lainnya.


“Reformasi ini akan memperbaik daya saing Asia Timur dan membantu kawasan ini mempertahankan statusnya sebagai mesin pertumbuhan ekonomi global,” kata Trotsenburg.


![vivamore="
Baca Juga
:"]

[/vivamore]
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya