Jelang Lebaran, Harga Daging Sapi Tembus Rp130 Ribu/Kg

Sumber :
  • ANTARA FOTO/Irwansyah Putra
VIVA.co.id
-  Bulog Divre Sumatera Selatan dan Pemerintah Daerah Sumatera Selatan segera melakukan operasi pasar.


Hal ini dilakukan, menyusul tingginya harga daging sapi di pasar-pasar Sumatera Selatan jelang Lebaran tahun ini.


Tingginya harga daging di Sumatera Selatan ini bahkan merupakan harga tertinggi kedua daging sapi secara nasional, setelah Papua. Harganya, kini tembus Rp130 ribu per kilogram.
Harga Pangan Mulai Merangkak Naik


Jokowi Minta TNI-Polri Turut Tangani Lonjakan Harga Daging
Daging-daging sapi yang digunakan untuk operasi pasar dikirim langsung dari Subang, Jawa Barat.  Daging yang dikirim berupa daging segar dengan harga jauh di bawah pasar dengan kisaran antara Rp98 ribu hingga Rp99 ribu per kilogramnya.

Jurus Baru Stabilkan Harga Daging di Paket Ekonomi IX
 
Harga daging sapi di Palembang, Sumatera Selatan pun diprediksi akan semakin melonjak lebih di atas harga saat ini.


Hal ini, memaksa Bulog Divre Sumatera Selatan dan Babel serta Pemerintah Daerah Sumatera Selatan melakukan operasi pasar untuk menstabilkan harga daging tersebut.


Tingginya harga daging sapi di Palembang sendiri, menurut Bulog, karena masalah distribusi atau pengangkutan dari sentra sapi potong ke Sumatera Selatan. Sementara untuk stok daging, hingga Lebaran diprediksi Bulog memenuhi kebutuhan masyarakat Sumatera Selatan.


Selama ini, distribusi daging masih dilakukan melalui jalur darat lantaran pelabuhan di Palembang belum memadai untuk distribusi tersebut.


Untuk menstabilkan harga daging ini hingga setelah Lebaran, pihak Bulog Divre Sumatera Selatan  akan segera melakukan operasi di lima pasar. 


"Daging-daging sapi untuk operasi pasar tersebut sebanyak 15 ton yang menurut perkiraan Bulog mampu memenuhi kebutuhan akan daging di masyarakat yang cukup tinggi jelang Lebaran ini," kata Kabulog Divre Sumatera Selatan dan Babel, Miftahul Adha.


Namun demikian lanjut Miftahul, operasi pasar yang seharusnya digelar Sabtu ini harus ditunda karena keterlambatan kapal pengangkut daging yang tak dapat merapat di Pelabuhan Bakauheni Lampung.


"Operasi pasar baru akan dilakukan setelah daging-daging itu tiba di Palembang. Diperkirakan pada hari Minggu atau enam hari jelang Lebaran."


Laporan:  Purwantoro / Palembang

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya