Melacak Tempat Semedi Gajah Mada di Probolinggo

Wajah Gajah Mada.
Sumber :
  • VIVA.co.id/ Dody Handoko

 

img_title Uji Nyali Menginap di Rumah Pohon Setinggi 10 Meter

Sekitar tahun 1364, raja Majapahit, Hayam Wuruk, berniat mempersunting putri kerajaan Sunda Galuh yang bernama Dyah Pitaloka Citraresmi. Selain untuk mencari permaisuri, keinginan meminang Dyah Pitaloka ini juga bertujuan untuk mempererat hubungan kedua kerajaan. Untuk itu Hayam Wuruk mengirimkan Gajah Mada ke Galuh Pakuan untuk melamar Dyah Pitaloka.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

img_title 10 Tempat Wisata yang Cocok Dikunjungi Bulan Januari

Lamaran Hayam Wuruk diterima. Pada hari yang telah ditentukan, Dyah Pitaloka berangkat ke Majapahit dengan menggunakan jalur laut. Pada perjalanan ini ikut serta raja Galuh Prabu Linggabuana dan permaisurinya, beberapa orang menteri, serta beberapa ratus prajurit pengawal kerajaan, Pasukan Balamati. Total rombongan yang berangkat sekitar 200 kapal.

 

img_title Kisah Pelukis Arwah Si Manis Jembatan Ancol

Kedatangan rombongan dari Sunda ini mengundang niat buruk dari salah satu senopati di pasukan Bhayangkara, pasukan elite yang dimiliki Majapahit. Ketika rombongan Linggabuana sampai di Lapangan Bubat atau alun-alun Majapahit, senopati tersebut menghentikan rombongan dengan alasan Hayam Wuruk masih mengadakan persiapan pernikahan dan Gajah Mada masih bersemedi di kediamannya.

 

Lebih lanjut, senopati tersebut menuntut agar pernikahan ini tidak dijadikan pernikahan antara 2 kerajaan yang berdaulat, tetapi sebagai pertanda bergabungnya Sunda Galuh kepada kerajaan yang lebih besar (saat itu Majapahit menguasai hampir seluruh kawasan nusantara).

 

Dyah Pitaloka harus dianggap sebagai persembahan tanda takluk dan bergabungnya Sunda Galuh kepada Majapahit. 

 

Linggabuana sangat geram dengan perbuatan senopati ini. Apa yang telah dilakukan senopati tersebut merupakan penghinaan bagi dirinya dan seluruh kerajaan Sunda Galuh. Perang pun tak terelakkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Meskipun wilayah Sunda Galuh lebih kecil, yakni meliputi Jawa Barat dan sebagian Jawa Tengah, tapi kerajaan itu tetap memiliki kedaulatan penuh. Terlebih lagi Linggabuana datang ke Majapahit untuk memenuhi lamaran Hayam Wuruk.

Akhirnya seluruh bangsawan kerajaan termasuk raja dan para pangeran tewas dihabisi Prajurit Majapahit. Sementara Dyah Pitaloka bunuh diri, demi bela pati ayah dan saudaranya yang gugur. (one)

Air Terjun Wero

Air Terjun Wero yang Hijau dan Menyegarkan

Air terjun ini tak kalah indah dibanding air terjun lainnya.

img_title
VIVA.co.id
9 Agustus 2016
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut