Menilik Tradisi Unik Megibung di Bali

Tradisi Makan Megibung di Bali
Sumber :
  • VIVA.co.id/Dody Handoko

img_title Tujuh Makanan Lezat Khas Malam Tahun Baru di Berbagai Negara
 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


img_title Enam Hal yang Bisa Membuat Anda Diusir dari Pesawat
Setiap satu sela biasanya mendapatkan lauk pauk dan sayuran yang terdiri dari pepesan daging, urutan (sosis), sate kablet (lemak), sate pusut (daging isi), sate nyuh (sate kelapa), sate asem (sate isi dan lemak), lawar merah dan putih, sayur daun belimbing, pademara, dan sayur urap.
img_title Uniknya Arsitektur Kapel Salib Suci di Arizona
 
Orang-orang yang megibung harus mengikuti tata tertib dan aturan makan yang ketat. Sebelum dimakan, nasi diambil dari nampan dengan cara dikepal memakai tangan. Kemudian dilanjutkan dengan mengambil daging dan lauk-pauk lainnya secara teratur.
 
Sisa makanan dari mulut tidak boleh berceceran di atas nampan. Harus dibuang di atas sebidang kecil daun pisang yang telah disediakan untuk masing-masing orang.
 
Air putih untuk minum disediakan di dalam kendi dari tanah liat. Untuk satu sela disediakan dua kendi. Minum air dilakukan dengan nyeret, alias air diteguk dari ujung kendi sehingga bibir tidak menyentuh kendi. Untuk kepraktisan, kini air kendi diganti dengan air mineral kemasan. Di beberapa tempat, selesai megibung biasanya dilanjutkan dengan acara minum tuak.
 
“Saat megibung tidak boleh bicara dan ketawa keras, berteriak-teriak, bersendawa, bersin, berdahak, meludah, dan kentut. Ketika selesai makan, orang tidak boleh sembarangan meninggalkan tempat,” katanya.
 
Ketika semua orang atau sela telah menyelesaikan makannya, maka pepara mempersilakan orang-orang meninggalkan tempat. Makan bersama ini harus diakhiri secara bersama-sama juga.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA



Wisata Mangrove Pemalang

Pemalang Siap Tawarkan Desa Wisata Cikendung

Rencananya ada rumah pohon di desa wisata tersebut.

img_title
VIVA.co.id
10 April 2016
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut