Neraca Perdagangan RI Surplus US$433,8 Juta

Sumber :
  • VIVAnews/Ikhwan Yanuar
VIVA.co.id
- Badan Pusat Statistik mencatat neraca perdagangan pada Agustus 2015, kembali mengalami surplus sebesar US$433,8 juta. 

Rinciannya, sektor ekspor mencetak US$12,70 miliar, atau naik 10,79 persen dibandingkan Juli 2015 sebesar US$11,46 miliar. Sedangkan sektor impor tercatat US$12,27 miliar, atau naik sebesar 21,69 persen dibandingkan bulan lalu, yakni US$10,08 miliar.

"Surplus neraca dagang ini didukung sektor non migas. Non migas surplus US$10,8 miliar," ujar Kepala BPS, Suryamin, dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa 15 Agustus 2015.

Menurut Suryamin, kontribusi ekspor terbesar adalah dari sektor lemak dan minyak hewan nabati sebesar US$12,61 miliar dan ekspor bahan bakar minyak sebesar US$11,30 miliar.
Nilai Perdagangan RI-Australia Melorot

Dia memaparkan, pada Januari-Agustus 2015, ekspor terbanyak Indonesia berada di Amerika Serikat, dengan nilai US$10,33 miliar, atau dengan persentase sebesar 11,53 persen. 
Peran Lembaga Surveyor Ekspor-Impor Harus Ditingkatkan

Disusul oleh China sebesar US$8,87 miliar dengan persentase 9,89 persen, serta Jepang sebesar US$8,78 miliar, atau 9,8 persen.
Pertumbuhan Ekonomi RI 2016 Diramalkan 5,3 Persen

Selain itu, impor pada Agustus mengalami tercatat Rp12,27 miliar, atau naik 21,69 persen dibandingkan Juli 2015. 

Rinciannya, impor migas sebesar US$2,11 miliar, turun dari US$2,29 pada Juli 2015. Untuk impor non migas, pada Agustus 2015, naik menjadi US$10,16 miliar dari US$7,79 miliar dibandingkan bulan lalu.

Ada pun, kontribusi impor terbesar adalah pembelian mesin dan pertanian mekanik sebesar US$14,79 miliar, serta mesin dan peralatan listrik US$10,18 miliar.

Dia menambahkan, pangsa pasar impor Indonesia pada Januari-Agustus 2015 masih didominasi oleh China, dengan nilai US$19,02 miliar, disusul oleh Jepang sebesar US$9,15 miliar dan Singapura US$5,81 miliar.

Sementara itu, untuk impor dari ASEAN tercatat sebesar US$17,28 miliar, dan Uni Eropa sebesar US$7,52 miliar. (asp)
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya