Mengapa Manusia Tertarik dengan Alam Semesta?
Senin, 12 Oktober 2015 - 12:43 WIB
Sumber :
- http://cutpen.com
VIVA.co.id
- Misteri alam semesta memang selalu menarik untuk ditelusuri. Sejak beberapa dekade lalu manusia melakukan observasi untuk memeriksa antariksa dan sekitarnya. Namun dasar dari penelitian itu masih menjadi misteri, mengapa manusia sangat tertarik pada alam semesta.
Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin, menjelaskan mengenai dasar dan alasan manusia bisa tertarik dengan antariksa. Hal ini bermula dari teori Newton yang dipaparkan Isaac Newton terkait teori gravitasi.
Berkat penemuan Newton itu, dikatakan Thomas, manusia semakin tertarik dengan alam semesta. Mengapa bulan mengitari bumi. Mengapa bumi mengitari matahari. Ternyata semuanya diakibatkan oleh gravitasi. Teori inilah yang sampai sekarang masih menjadi acuan untuk diterapkan, mulai dari penentuan objek-objek langit, hingga membawa manusia mengekplorasi luar angkasa, contohnya mengirimkan satelit bahkan mengirimkan manusia ke Bulan.
Pernyataan Thomas ini, disampaikan ketika menjadi pembicara dalam acara Star Party, rangkaian Pesta Rakyat Fisika di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Indonesia. Tema kegiatan yang bernama 'From Apple to The Moon' ini mengupas tuntas bagaimana teori Newton berhasil membawa manusia mendarat di Bulan.
Thomas memaparkan bahwa satelit yang mengitari bumi juga menjadi contoh dari prinsip gravitasi. Caranya, melempar kuat satelit dengan memanfaatkan tenaga roket peluncuran. Kemudian, satelit itu tidak sampai ke permukaan bumi maka satelit tersebut mengelilingi bumi.
"Jadi, gerak orbit satelit sebenarnya merupakan gerak jatuh ke bumi," ujar Thomas dikutip dari situs resmi LAPAN, Senin, 12 Oktober 2015.
Thomas mengungkapkan, proses peluncuran satelit itu menggabungkan berbagai teori astronomi, mulai dari Kepler, tentang hukum pergerakan planet dan penemuan-penemuan Galilei.
"Seperti halnya peluncuran satelit LAPAN-A2/ ORARI pada 28 September 2015, teori-teori tersebut juga diaplikasikan. Dengan demikian, LAPAN-A2 dapat terus berputar mengelilingi Bumi di ketinggian 650 kilometer," kata dia. Satelit lokal itu merupakan satelit yang membawa kamera untuk pengamatan bumi, sistem identifikasi kapal laut, dan sistem komunikasi radio amatir.
Cara Kerja Roket
Proses yang sama juga berlaku saat manusia menginjakkan kakinya di Bulan pada tahun 1969 silam dengan menggunakan wahana antariksa Apollo. Pesawat antariksa itu diluncurkan dengan menggunakan roket untuk diterbangkan di orbit tertentu. Ketika sudah mengorbit bumi, maka roket dimatikan.
Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin, menjelaskan mengenai dasar dan alasan manusia bisa tertarik dengan antariksa. Hal ini bermula dari teori Newton yang dipaparkan Isaac Newton terkait teori gravitasi.
Berkat penemuan Newton itu, dikatakan Thomas, manusia semakin tertarik dengan alam semesta. Mengapa bulan mengitari bumi. Mengapa bumi mengitari matahari. Ternyata semuanya diakibatkan oleh gravitasi. Teori inilah yang sampai sekarang masih menjadi acuan untuk diterapkan, mulai dari penentuan objek-objek langit, hingga membawa manusia mengekplorasi luar angkasa, contohnya mengirimkan satelit bahkan mengirimkan manusia ke Bulan.
Pernyataan Thomas ini, disampaikan ketika menjadi pembicara dalam acara Star Party, rangkaian Pesta Rakyat Fisika di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Indonesia. Tema kegiatan yang bernama 'From Apple to The Moon' ini mengupas tuntas bagaimana teori Newton berhasil membawa manusia mendarat di Bulan.
Thomas memaparkan bahwa satelit yang mengitari bumi juga menjadi contoh dari prinsip gravitasi. Caranya, melempar kuat satelit dengan memanfaatkan tenaga roket peluncuran. Kemudian, satelit itu tidak sampai ke permukaan bumi maka satelit tersebut mengelilingi bumi.
"Jadi, gerak orbit satelit sebenarnya merupakan gerak jatuh ke bumi," ujar Thomas dikutip dari situs resmi LAPAN, Senin, 12 Oktober 2015.
Thomas mengungkapkan, proses peluncuran satelit itu menggabungkan berbagai teori astronomi, mulai dari Kepler, tentang hukum pergerakan planet dan penemuan-penemuan Galilei.
"Seperti halnya peluncuran satelit LAPAN-A2/ ORARI pada 28 September 2015, teori-teori tersebut juga diaplikasikan. Dengan demikian, LAPAN-A2 dapat terus berputar mengelilingi Bumi di ketinggian 650 kilometer," kata dia. Satelit lokal itu merupakan satelit yang membawa kamera untuk pengamatan bumi, sistem identifikasi kapal laut, dan sistem komunikasi radio amatir.
Cara Kerja Roket
Proses yang sama juga berlaku saat manusia menginjakkan kakinya di Bulan pada tahun 1969 silam dengan menggunakan wahana antariksa Apollo. Pesawat antariksa itu diluncurkan dengan menggunakan roket untuk diterbangkan di orbit tertentu. Ketika sudah mengorbit bumi, maka roket dimatikan.
Halaman Selanjutnya