Mengapa Manusia Tertarik dengan Alam Semesta?
Senin, 12 Oktober 2015 - 12:43 WIB
Sumber :
- http://cutpen.com
"Pada titik tertentu roket dinyalakan kembali seakan-akan untuk memberikan tendangan agar dapat pindah ke orbit bulan, ini disebut dengan cambukan gravitasi. Setelah itu, roket pengereman digunakan untuk mendarat di permukaan bulan. Teori yang sama juga digunakan untuk penerbangan antarplanet seperti yang dilakukan oleh Voyager," tutur Thomas.
Baca Juga
Untuk itu, Thomas mengingatkan, bahwa pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi antariksa sangat penting. Pasalnya, antariksa memiliki banyak pemanfaatan. Maka dari itu, LAPAN melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang ini. Ia menjelaskan, sains antariksa dan atmosfer digunakan untuk mempelajari cuaca dan musim di antariksa serta dinamika atmosfer yang dapat memberikan pengaruh pada kehidupan manusia di bumi.
Pemanfaatan sains antariksa yang dimaksud, yaitu untuk memprediksi terjadinya badai matahari yang dapat berbahaya bagi teknologi tinggi buatan manusia. Kemudian, teknologi penerbangan dan antariksa dipelajari untuk mengembangkan pesawat transportasi dan membuat satelit dan roket peluncurnya.
Fungsi berikutnya, penginderaan jauh yaitu memanfaatkan satelit untuk pengamatan permukaan bumi. Salah satu contohnya, melalui satelit, LAPAN mengamati titik panas terkait kebakaran hutan selama 24 jam. Yang terakhir yaitu di bidang kajian kebijakan.
"Kajian ini diperlukan agar pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi penerbangan dan antariksa dapat memberikan manfaat bagi seluruh bangsa Indonesia," ujar dia.
Indonesia Berambisi Bangun Bandara Antariksa
Ada 3 lokasi terkait pembangunan bandar antariksa.
VIVA.co.id
9 Agustus 2016