DPR: Program Bela Negara di Kemdikbud Saja

DPR Bahas Surat Jokowi di Rapat Bamus
Sumber :
  • VIVAnews/Muhamad Solihin
VIVA.co.id
- Program Bela Negara dari Kementerian Pertahanan menuai kontroversi di masyarakat. Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto mewanti-wanti anggaran yang membengkak akibat program ini. Menurutnya jika program ini jadi dilaksanakan, sebaiknya berada di bawah Kementerian Pendidikan untuk dimasukan ke kurikulum.


"Rencana itu harus dititipkan ke Menteri Pendidikan itu dimasukkan dalam kurikulum. Sehingga tidak ada anggaran yang membengkak," kata Agus di Gedung DPR, Selasa 13 Oktober 2015.


Menurutnya Tentara Nasional Indonesia (TNI) masih memerlukan alat utama sistem persenjataan yang modern. Sehingga katanya, anggaran untuk program itu sebaiknya dialokasikan ke situ.
Pegawai Kemenhub Meninggal Saat Latihan 'Bela Negara'


Pelajar Sekolah Wajib Ikut Program Bela Negara Selama 5 Hari
"TNI kita masih perlu alutsista, menurut saya lebih bagus untuk menjadikan TNI yang modern," ujar politisi Partai Demokrat itu.

Kurikulum Bela Negara Akan Diterapkan Sejak Usia Dini

Agus berpandangan, program ini sebaiknya tidak dilaksanakan dalam waktu ini. Ia sendiri juga mengetahui jika program ini berbeda dengan wajib militer, seperti yang diduga oleh masyarakat.


"Bela negara itu beda dengan wajib militer, sepertinya tidak perlu dilaksanakan dalam waktu ini karena menggunakan anggaran," kata Agus.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya