Penyelundupan Barang Elektronik Meningkat

Direktorat Jendra Bea dan Cukai RI
Sumber :
VIVA.co.id
img_title Produksi Anjlok, Industri Rokok Minta Cukai Tak Naik di 2016
- Jumlah produk elektronik ilegal yang ditangkap Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan meningkat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


img_title 4 Juta Makanan Impor Ilegal Gagal Tersebar di Pasar
"Memang, ada upaya dan arahan Presiden untuk menindak barang ilegal," kata Direktur Penindakan dan Penyidikan DJBC, Harry Mulya di Jakarta, Selasa 27 Oktober 2015.

img_title Pemerintah Wacanakan Cukai BBM
Menurut data DJBC, hingga Oktober 2015, ada 129 kasus penyelundupan barang elektronik dengan nilai tangkapan Rp74,67 miliar. Angka ini meningkat dibandingkan 2014, yang sebanyak 96 kasus dengan nilai Rp41,6 miliar.

"Angkanya meningkat hampir dua kali lipat," kata dia. Harry mencontohkan, produk elektronik ilegal yang ditangkap adalah televisi.

Salah satu modusnya adalah pemalsuan administrasi. Misalnya, dalam dokumen, tertera televisi 32 inchi, tetapi ketika dibuka ukurannya berbeda.

Selain produk elektronik, produk-produk yang diselundupkan adalah tekstil dan produk tekstil, gula, serta beras. Ada pun daerah yang rawan penyelundupan adalah daerah Sumatera bagian timur.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


Ada beberapa titik rawan penyelundupan di sana, seperti Lhokseumawe, Teluk Nibung, Dumai, Bengkalis, Jambi, Tembilahan, Pekanbaru, dan Entikong. (asp)
Bea Cukai dan Polri kerja sama penegakan hukum

Bea Cukai dan Polri Kerja Sama Penegakan Hukum Kepabeanan

Penerimaan bea cukai per 31 Juli 2016 capai Rp73,41 triliun.

img_title
VIVA.co.id
8 Agustus 2016
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut