7-1-1953: Presiden AS Umumkan Kembangkan Bom Hidrogen
- U.S. Air Force via Reuters
VIVA.co.id - Hari ini 63 tahun yang lalu, Presiden Amerika Harry. S. Truman mengumumkan Amerika telah mengembangkan bom hidrogen.
Dikutip dari History, pengumuman yang disampaikan di hadapan Kongres AS menggemparkan dunia. Meski tiga tahun sebelumnya, pada 31 Desember 1950, Truman mengaku telah memerintahkan langsung pada Komisi Energi Atom untuk memproses pengembangan bom hidrogen.
Truman mengaku menginstruksikan hal itu setelah menemukan bukti, adanya ledakan atom yang dilakukan oleh USSR pada 1949. Namun, ternyata AS terus mengembangkannya.
Seperti dikutip dari Amazine.co, bom hidrogen pertama kali diuji pada 9 Mei 1951 oleh militer Amerika Serikat. Pada tes pertama ini didapat kesimpulan bahwa sebuah bom fisi dapat digunakan sebagai batu loncatan untuk sesuatu yang lebih merusak (bom fusi).
Bom hidrogen yang sebenarnya pertama diuji coba pada 1 November 1952, diledakkan di Atol Enewetak di Pasifik, sebagai bagian dari Operasi Ivy. Bom hidrogen pertama ini dinamakan sebagai Ivy Mike.
Bom itu meledak dengan kekuatan setara 10,4 megaton TNT (lebih dari 450 kali lebih kuat dari bom atom yang dijatuhkan di Nagasaki selama Perang Dunia II).
Bom hidrogen memiliki daya hancur yang lebih parah dibandingkan nuklir. Itu sebabnya, isu pengembangan bom hidrogen, juga nuklir menjadi isu yang sangat sensitif dalam hubungan antarnegara. Dan kemarin, Rabu, 6 Januari 2016, Korea Utara mengklaim mereka telah melakukan uji coba bom hidrogen. Tak heran dunia ketar ketir dengan klaim tersebut.