Delapan Kebijakan OJK Topang Ekonomi Nasional

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN), atau Kepala Bappenas, Sofyan Djalil
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Ismar Patrizki
VIVA.co.id
img_title Sofjan Wanandi: Demo Tak Pengaruh Iklim Investasi
- Menghadapi pelemahan perekonomian dunia pada 2016 ini, perekonomian nasional sangat tertolong delapan paket kebijakan yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan yang berfokus pada penguatan permintaan agregat, sisi penawaran dan kesenjangan dalam tabungan serta investasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


img_title Singapura Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2016
Paket-paket ini keluar sebelum Bank Indonesia menurunkan BI Rate. Sementara itu, IMF terus mengoreksi dan memperkirakan ekonomi dunia pada 2016 tumbuh 3,4 persen dan 3,6 persen untuk 2017.

img_title Pengamat: Proyek Infrastruktur Jangan Disetop
Penurunan itu disebabkan pelambatan pertumbuhan di negara- negara yang biasa disebut kekuatan ekonomi baru, dan karena turunnya pertumbuhan ekonomi China yang diprediksi tumbuh masing-masing 6,3 persen dan enam persen untuk tahun ini dan tahun depan. ASEAN pun tak luput dari penurunan ekonomi.

Pertumbuhan ekonomi tahun ini, kata Achmad Deni Daruri, presiden direktur Center for Banking Crisis, seperti dikutip dari keterangan tertulisnya, Selasa 2 Februari 2016, akan dipangkas menjadi 4,8 persen atau turun 0,1 persen, sedangkan pada 2017 direvisi menjadi 5,1 persen atau dipangkas 0,2 persen.

Namun, menurutnya, perekonomian Indonesia akan tertolong dalam tiga hal. Pertama, reformasi harga minyak bersubsidi sejak Januari 2015 lalu. Kedua, peningkatan belanja modal dan sosial yang sesuai dengan ruang fiskal, serta ketiga, kebijakan OJK yang progrowth.

"Kebijakan OJK ini berdampak langsung dan tak langsung pada peningkatan investasi swasta. Dengan demikian, dengan adanya paket kebijakan OJK ini, diharapkan pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat lebih tinggi dari yang diperkirakan IMF, yaitu 5 persen," ujanya.

Dia menambahkan, pertumbuhan optimum sebesar enam persen pada tahun ini berpeluang besar tercapai,  jika efisiensi dalam sistem keuangan dapat berjalan dengan baik, sehingga biaya operasional dapat berkurang, akibatnya tingkat suku bunga juga dapat lebih murah.

Dinilainya, paket kebijakan OJK juga dapat memberikan kemudahan untuk produk dan aktivitas bank syariah, serta penyederhanaan pembukaan jaringan syariah. Dengan demikian, bank syariah tidak lagi menjadi beban dalam perekonomian nasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


"Belanja investasi dan konsumsi perekonomian diharapkan juga dapat meningkat dengan adanya kebijakan OJK di sektor perbankan, pasar modal, industri keuangan nonbank, serta kebijakan di bidang edukasi dan perlindungan konsumen," tuturnya.
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut