Tiga Kelompok Hacker Global Ini Intai Indonesia
- VIVA.co.id/Agus Tri Haryanto
"Dalam kasus yang diselidiki oleh Kaspersky Lab, kelompok GCMAN mengunakan utilitas Putty, VNC, dan Meterpreter untuk bergerak secara lateral melalui jaringan sampai penjahat ini mencapai sebuah mesin yang dapat digunakan untuk mentransfer uang ke layanan e-currency tanpa memperingatkan sistem perbankan lainnya," jelasnya.
Terakhir, hacker Carbanak 2.0 sebagai 'reinkarnasi' dari kelompok Carbanak. Kelompok ini bergerak tidak hanya membidik perbankan saja, tetapi sudah mengarah departemen penganggaran dan keuangan dari organisasi yang mereka targetkan.
"Contohnya, Carbanak 2.0 ini mengakses lembaga keuangan kemudian melakukan perubahan data-data sah kepemilikan dari sebuah perusahaan besar. Informasi ini dimodifikasi, sehingga nama pejahat siber tercantum sebagai pemegang saham perusahaan dan menampilkan informasi mengenai identitas palsu mereka," kata Dony.
Sebagai penyedia solusi keamanan internet, Kaspersky Lab mengklaim dapat mendeteksi dan memblokir malware yang digunakan oleh para aktor hacker dari Carbanak, GCMAN maupun Metel.
Perusahaan asal Rusia ini merilis Indicators of Compromise (IOC) yang dinilai dapat memproteksi organisasi mencari jejak serangan kelompok hacker ini di jaringan perusahaan. (ase)