Tiga Kelompok Hacker Global Ini Intai Indonesia

Konferensi pers Kaspersky soal potensi serangan peretas global
Sumber :
  • VIVA.co.id/Agus Tri Haryanto

"Dalam kasus yang diselidiki oleh Kaspersky Lab, kelompok GCMAN mengunakan utilitas Putty, VNC, dan Meterpreter untuk bergerak secara lateral melalui jaringan sampai penjahat ini mencapai sebuah mesin yang dapat digunakan untuk mentransfer uang ke layanan e-currency tanpa memperingatkan sistem perbankan lainnya," jelasnya.

img_title Hacker Juga Pakai AI

Terakhir, hacker Carbanak 2.0 sebagai 'reinkarnasi' dari kelompok Carbanak. Kelompok ini bergerak tidak hanya membidik perbankan saja, tetapi sudah mengarah departemen penganggaran dan keuangan dari organisasi yang mereka targetkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Contohnya, Carbanak 2.0 ini mengakses lembaga keuangan kemudian melakukan perubahan data-data sah kepemilikan dari sebuah perusahaan besar. Informasi ini dimodifikasi, sehingga nama pejahat siber tercantum sebagai pemegang saham perusahaan dan menampilkan informasi mengenai identitas palsu mereka," kata Dony.

img_title Hacker Iran Retas Data Orang Kepercayaan Netanyahu, Isi Dokumennya Bikin Geger

Sebagai penyedia solusi keamanan internet, Kaspersky Lab mengklaim dapat mendeteksi dan memblokir malware yang digunakan oleh para aktor hacker dari Carbanak, GCMAN maupun Metel.

Perusahaan asal Rusia ini merilis Indicators of Compromise (IOC) yang dinilai dapat memproteksi organisasi mencari jejak serangan kelompok hacker ini di jaringan perusahaan. (ase)

img_title Hacker Handala Ungkap Rahasia Bobol Sistem Intelijen Israel
Hacker / serangan siber.

Uni Eropa Resmi Wajibkan Laporan Serangan Siber dalam 24 Jam

Komisi Uni Eropa Bersama Badan Keamanan Siber Uni Eropa (ENISA) mengatakan aturan baru yang mewajibkan pelaporan serangan siber dan kerentanan mulai berlaku 11 September.

img_title
VIVA.co.id
12 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut