MEA Dinilai Jangan Korbankan Daerah Perbatasan
Senin, 29 Februari 2016 - 16:43 WIB
Sumber :
- VIVA.co.id/Moh. Nadlir
“Bilamana daerah yang berbatasan dengan ASEAN tidak mendapat pembangunan dan pengawasan yang memadai, maka dikhawatirkan daerah-daerah tersebut sekadar menjadi pintu masuk barang, jasa, dan manusia dari negara ASEAN lainnya, tanpa Indonesia mampu melakukan ekspor yang bermakna,” ujarnya.
Dalam konteks tersebut, menurutnya, pemerintah harus mampu membuat daerah perbatasan menjadi menarik bagi masyarakat dan dunia usaha Indonesia sendiri.
Dia menuturkan, daerah perbatasan perlu dijadikan front pertempuran ekonomi antara Indonesia dengan negara tetangga. Dalam hal ini, pemerintah harus mampu mengurangi biaya perdagangan antara wilayah lain di Indonesia dengan daerah perbatasan, agar menarik investasi maupun kegiatan perdagangan antarnegara secara signifikan.
“Dalam kebijakan industri, perlu upaya untuk menjadikan beberapa daerah perbatasan menjadi kawasan industri terpadu. Untuk maksud tersebut, pembangunan daerah perbatasan Indonesia membutuhkan dana khusus (special funding)," katanya.
Dia mengungkapkan, keberadaan dana khusus ditujukan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur secara dramatis di daerah perbatasan.
"Infrastruktur yang dibangun di daerah perbatasan, terutama energi listrik, serta sarana dan prasarana perhubungan tidak sekadar mencukupi kebutuhan rumah tangga, namun untuk kepentingan ekonomi yang lebih luas dan berjangka panjang,” terang Agus. (asp)
Demi Potensi Pulau Perbatasan, LIPI Kerahkan 23 Peneliti
LIPI terjunkan tim gali potensi di Perairan Sumba.
VIVA.co.id
2 Agustus 2016