Mata Rantai Jaringan Bisnis Gas Pertamina

Kapal Tanker Penyuplai Elpiji Pertamina.
Sumber :
  • VIVAnews/Ikhwan Yanuar

VIVA.co.id - PT Pertamina menegaskan bisnis gas secara terintegrasi yang dilakukan akan lebih dominan di masa depan dibandingkan saat ini, terutama untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik dan industri.

img_title Pertamina Pelajari Rencana PLN Caplok PGE
Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro menjelaskan, bisnis gas yang dijalankan Pertamina saat ini tak lepas dari kontribusi empat anak usaha di sektor eksplorasi dan produksi, yaitu PT Pertamina EP (PEP), PT Pertamina Hulu Energi (PHE), PT Pertamina EP Cepu (PEPC), dan  PT Pertamina Internasional EP (PIEP).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 
img_title Dapat Arahan Menteri BUMN, PLN Bakal Caplok PGE
"Dari tiga anak usaha di dalam negeri saja, Pertamina memproduksi gas 1,63 miliar kaki kubik per hari," ujar Wianda dalam keterangannya, Selasa 8 Maret 2016. 
 
img_title Pertamina Jamin Stok Premium Tetap Tersedia di Medan
Gas yang diproduksi anak usaha Pertamina ada yang langsung disalurkan melalui pipa oleh PT Pertamina Gas (Pertagas), anak usaha Pertamina di sektor distribusi dan transmisi gas, ke konsumen. Menurut Wianda, jaringan pipa transmisi open access Pertamina saat ini mencapai 2.200 kilometer. 
 
"Dengan sistem open access, semua jaringan pipa perseroan bisa digunakan oleh siapa pun," tambahnya.
 
Selain itu, tambah Wianda, gas yang diproduksi oleh PEP, PHE, dan PEPC diolah menjadi gas alam cair (LNG) melalui PT Badak NGL di Bontang Kalimantan Timur dan PT Donggi Senoro LNG di Banggai Sulawesi Tengah.
 
LNG dari dua kilang tersebut dan LNG impor kemudian dikapalkan oleh  armada kapal milik Pertamina Shipping untuk diolah menjadi regasifikasi LNG oleh PT Nusantara Regas yang 65 persen sahamnya dikuasai perusahaan dan PT Petra Arun Gas.  Hasil regasifikasi LNG kemudian dikirim ke sejumlah konsumen.
 
Gas yang diproduksi dari hulu juga ada yang diproses di PT Perta Samtan Gas untuk kemudian dipasok sejumlah LPG Plant yang ada di beberapa lokasi seperti Pondok Tengah, Bekasi, Mundu, Indramayu, serta Prabumulih dan Palembang.
 
"Ada juga pasokan gas dari hulu yang langsung ke konsumen seperti untuk PGN (PT Perusahaan Gas Negara Tbk), pupuk, PLN, industri, jaringan gas, dan transportasi melalui jaringan pipa," katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 
Wianda menjelaskan, selama 10 tahun terakhir Pertamina mengeluarkan dana sekitar US$3,68 miliar atau setara Rp48,9 triliun untuk pengembangan infrastruktur gas di level mid-downstream.
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut