Takbir dan Haru Saat Gerhana Matahari Total
Jumat, 11 Maret 2016 - 11:44 WIB
Sumber :
- Kepala Lapan, Thomas Djamaluddin
Kesempatan Thomas dalam melihat gerhana matahari ini merupakan ketiga kalinnya. Sebelumnya peneliti astronomi dan astrofisika itu menyaksikan GMT pada 18 Maret 1988 di Bangka, 24 Oktober 1995 di Tahuna. Menariknya kali ini, Thomas melihat langsung kemunculan Planet Merkurius dan Venus yang berada di atas matahari.
Meski kegelapan di Parigi berselang 1,5 menit, tetapi menyaksikan langsung proses terjadinya GMT menjadi pengalaman mendalam, baik bagi Thomas maupun lainnya. GMT mulai berakhir seiring dengan munculnya cincin permata di kiri atas piringan matahari.
"Walau baru secercah cahaya matahari yang menembus lembah bulan, cahayanya cukup menyilaukan. Akhirnya suasana kembali terang dan proses gerhana berakhir pukul 10.01 WITA," tulis dia.
Baca Juga

Jangan Panik Jika Siang Nanti Langit Mendadak Berubah Malam
Masyarakat jangan panik siang hari nanti langit mendadak seperti malam hari. Hal itu karena adanya ini.
VIVA.co.id
8 April 2024