10 Tahun Lagi, Jakarta Lebih Maju
- Sarie/Viva.co.id
Sejak Desember 2014 sampai sekarang, kendala apa saja yang dihadapi?
Kami memang telah bekerja sama dengan banyak instansi dalam hal transparansi. Salah satunya mempublikasikan harga tanah, bekerja sama dengan Pertanahan Nasional. Kendalanya, pertama adalah keengganan (instansi lain) untuk membuka data dan harus publish data.
Beda gubernur beda kebijakan, apa JSC bisa bertahan jika gubernurnya berganti?
Saya pikir tidak. Masyarakat sudah akan terbiasa dengan JSC, apalagi kita kan terbuka. JSC open for public setiap Sabtu-Minggu, sehingga ini sudah menjadi standar yang seharusnya bisa dijalankan gubernur berikutnya. Bisa jadi, malah akan lebih baik lagi sesuai tuntutan masyarakat. Saya rasa ini akan tetap sustain.
Pak Ahok (Gubernur DKI Jakarta, Basuki T. Purnama) sering berkunjung ke sini?
Sering. Jika ada tamu, tamu asing juga. Kemarin, baru ada dari Singapura, yang mau tahu tentang Jakarta Smart City.
Investasinya sudah berapa, sejak didirikan sampai sekarang?
Di awal investasinya sekitar Rp3 miliar, untuk integrasi data dan mem-publish sistem. Sekarang, untuk men-setup JSC sekitar Rp20 miliar, tidak hanya interior tapi juga sistem dan sebagainya. Total baru Rp23 miliar pengeluarannya sampai dua tahun ini. Sangat kecil dibanding total APBD Jakarta yang Rp70 triliun.
Termasuk perangkat CCTV?
CCTV bukan milik kita, tetapi kita mendapatkan akses dari pemiliknya. Ada Bali Tower dan beberapa penyedia lainnya. Total kita punya 900 unit CCTV. Target sampai akhir tahun harus ada 4.000-6.000 unit. Kendalanya, terkait dengan ketersediaan jaringan/fiber. Ke depan, ada event Asian Games, kami harus mendapatkan akses untuk CCTV di jalan-jalan utama dan lokasi event untuk pengawasan. Selain jalan utama, juga harus ada CCTV di tempat, atau fasilitas yang harus dijaga seperti Kedubes, Pom Bensin, dan lain-lain.
Mengawasi masyarakat, apa tidak melanggar privasi?
Yang pastim ada spot yang tidak kita pasang CCTV. Data yang kami miliki, juga kami jaga dan ada beberapa yang tidak di-publish, seperti fitur tracking petugas.
CCTV bisa menjadi Eagle Eye pemerintah untuk warganya?