Head of Jakarta Smart City Management Unit, Setiaji

10 Tahun Lagi, Jakarta Lebih Maju

Head of Jakarta Smart City Management Unit, Setiaji.
Sumber :
  • Sarie/Viva.co.id

Bisa saja. CCTV-nya tidak yang statis, harus bisa zoom, bisa search orang dengan gambaran wajah (facial recognition). Nantinya, CCTV akan terintegrasi dengan sistem analitik canggih. Sedang dibangun di beberapa lokasi. Tahun depan, akan bisa mendeteksi facial recognition, terkoneksi dengan database kependudukan.

img_title Smart City Harus Punya Pusat Komando

Tidak bikin takut masyarakat?

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tergantung cara memandang. Jika tujuannya positif, kenapa tidak. Lagipula, kita tidak men-trace sembarang orang. Hanya untuk terorisme. Ini untuk keamanan dan kenyamanan warga. Penggunaan datanya juga akan dibatasi, hanya untuk kepentingan hukum. Tetapi, secara tidak sadar sistemnya seperti itu semua. Kita pakai handphone juga kan di-tracking sama Google.

img_title Wamenkomdigi Mau Jadikan Kota Petro Dollar sebagai Smart City

Di masa depan, seperti apa hasil dari JSC ini?

Smart City bukan hanya bicara teknologi, tetapi juga infrastruktur. Transportasi, sedang dibangun MRT. 2018, koridor pertama sudah tersedia. Banjir, membersihkan kanal-kanal, memindahkan penduduk sesuai permukimannya. Kita ada enam indikator dalam Smart City. Smart Government, agar pemerintah lebih transparan dan partisipatif responsive. Ada juga Smart Living, menciptakan suasana tempat tinggal yang aman dan nyaman. Smart People, edukasi masyarakat, agar lebih pintar. Lainnya, ada Smart Environment, Smart Mobility, dan Smart Economy.

img_title Indonesia di Bawah Malaysia dan Vietnam

Beda JSC dengan smart city wilayah lain?

Tergantungm mau dari mana suatu wilayah itu memulai. Seperti Jakarta, dimulai dari transparansi dulu, lalu konten dipenuhi, lalu membangun command center ini. Di negara lain, ada yang memulai dari lingkungan, ada juga transportasi dahulu. Disesuaikan dengan karakteristik wilayahnya.

Bagaimana dengan infrastruktur?

Untuk infrastruktur, ada peran swasta di dalamnya. Seperti untuk broadband, 4G. Harapannya, jika swasta berperan aktif juga bisa mempercepat program ini. Konten kan, semakin lama makin besar dan butuh bandwidth yang besar pula.

Permasalahan Jakarta yang paling rumit?

Banjir, macet, itu masih krusial dan rumit. Masih menjadi problem. Kita benahi dengan membangun transportasi publik seperti TransJakarta, mengajak angkutan umum lain untuk menggunakan basis tarif rupiah per kilometer, tidak ngetem sembarangan. Ada juga ERP.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dari semua permasalahan Jakarta, yang prioritas untuk dibenahi?

Utamanya soal transparansi. Pemerintah jujur, masyarakat percaya dan mau berpartisipasi untuk melaporkan segala penyimpangan, atau masalah.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut