HNW: Negara Harus Hadir dalam Melindungi Perempuan

Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid
Sumber :

VIVA.co.id – Dalam rangka memperingati hari Kartini, Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid menyayangkan masih banyaknya kasus kekerasan terhadap perempuan. Bukan hanya itu, human trafficking juga masih marak terjadi di Indonesia.

img_title PKS Anggap Logo Halal yang Baru Justru Kontraproduktif

Khusus perdagangan manusia, khususnya perempuan, Hidayat yang juga Anggota Komisi VII DPR RI mengatakan perdagangan perempuan memang sangat miris. Menurutnya perempuan harusnya dilindungi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kehadiran negara dibutuhkan untuk menghentikan kasus perdagangan perempuan ini. Kehadiran negara bisa dalam bentuk memberikan tempat bekerja di Indonesia," ujarnya di Senayan, Kamis 21 April 2016.

img_title Dicopot dari Wakil Ketua DPRD DKI, Begini Kata Abdurrahman Suhaimi

Selain itu, ia menyarankan agar adanya jaminan keselamatan bagi perempuan. Selain pemerintah, ia juga meminta kehadiran masyarakat untuk menjamin keselamatan warga.

"Menurut saya, beragam perangkat hukum penting untuk disosialiasikan, hal ini berguna untuk mengantisipasi terjadinya kekerasan terhadap perempuan," ujarnya.

img_title PKS Kecam Dubes Ukraina Surati Presiden: Enggak Punya Akhlak

Menurut Hidayat, faktor lain karena wanita ingin bekerja. Ingin ekonomi yang lebih baik, karena itu pemerintah harus menciptakan lapangan pekerjaan di dalam negeri sendiri.

"Pemerintah harus menambah lapangan pekerjaan untuk perempuan. Ini sangat penting untuk antisipasi. Faktor lain yang bisa menjaga perempuan adalah keluarga, butuh bimbingan agar anak tidak merasa dibiarkan," katanya.  (webtorial)

Presiden Jokowi Bersama Sejumlah Menteri di Tempat Kemah Titik Nol IKN

Softbank Batal Investasi di IKN, Fraksi PKS: Jangan Perbesar APBN

Anggota Komisi V dari fraksi PKS meminta pemerintah untuk mengkaji serius dampak penarikan investasi di IKN tersebut. Jangan perbesar pemakaian APBN.

img_title
VIVA.co.id
15 Maret 2022
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut