ToT Jawa Tengah Resmi Ditutup
VIVA.co.id – Mewakili Pimpinan MPR RI, anggota MPR RI dari Kelompok DPD RI dan anggota Badan Sosialisasi MPR RI Ghazali Abbas Adan, menutup secara resmi rangkaian penyelenggaraan Training of Trainers (ToT) dalam rangka Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di lingkungan perguruan tinggi swasta dan negeri se-Jawa Tengah, yang diselenggarakan selama empat hari penuh (21-24 April 2016), di Hotel Santika Indonesia Premiere, Semarang, Jawa Tengah, Minggu 24 April 2016.
Hadir dalam acara penutupan tersebut mewakili Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Asisten Kesra Sekda Provinsi Jawa Tengah Budi Wibowo, Kepala Biro Persidangan Sekretariat Jenderal MPR RI Muhammad Rizal dan seluruh peserta ToT Jawa Tengah.
Kepada seluruh peserta, Ghazali Abbas memberikan apresiasi dan penghargaan yang sangat besar mengikuti acara ToT dan mampu menyerap semua materi tentang kebangsaan dan nilai-nilai luhur bangsa dengan sangat baik.
“Peserta ToT ini adalah dosen tentu sangat pintar-pintar tapi sangat santun, terima kasih sudah memperlihatkan kesantunan kepada kami, itulah esensi dari nilai luhur bangsa, intelektual sangat tinggi tapi tidak melupakan kesantunan dan kerendahan hati,” ujar senator asal Aceh ini.
Ghazali mengakui saat mengikuti forum diskusi dan simulasi, dirinya malah banyak mendapat pelajaran berharga dari para peserta. Masing-masing peserta mengungkapkan banyak pemikiran-pemikiran baru, otentik serta sangat cerdas. Ini sangat penting bagi MPR RI. Pemikiran-pemikiran bagus dari para pserta akan terekam dan akan menjadi bahan kajian di MPR.
Ghazali juga berharap agar materi-materi yang didapat dan hasil-hasil diskusi yang ada, agar dijadikan bahan materi untuk disebarluaskan di lingkungan masing-masing. “Saya optimis masa depan Indonesia akan lebih baik di masa datang sebab banyak sekali orang-orang muda pintar di Republik ini,” ujarnya.
Sosialisasi Empat Pilar MPR, lanjut Ghazali, adalah sesuatu yang sangat penting di dapat masyarakat Indonesia. Pemahaman akan nilai-nilai luhur bangsa, ideologi, dasar negara dan konstitusi negara harus terpatri kuat dalam sanubari setiap anak bangsa. Sosialisasi ini sedang dan akan terus digaungkan ke seluruh rakyat Indonesia.