Banyak yang Kredit Rumah, Laba BTN Triwulan I Naik

Direktur Utama BTN Maryono
Sumber :
  • VIVA.co.id/Romys Binekasri

VIVA.co.id – PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) pada triwulan I 2016, membukukan laba bersih sebesar Rp491 miliar. Angka ini tumbuh 22 persen dibandingkan dengan perolehan laba periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp402 miliar.

Gara-gara Hal Ini, Nasabah Loyal BTN Meningkat 222 Persen

Direktur Utama Bank BTN Maryono menjelaskan, perolehan laba bersih perseroan ini juga berada di atas rata-rata pertumbuhan industri keuangan yang secara keseluruhan bergerak melambat.

"Kami berhasil memperoleh net interest income sebesar Rp1,8 triliun. Perseroan juga berhasil memupuk fee based income sebesar Rp262 miliar," ujarnya di kantornya, Senin, 25 April 2016.

Laba Bersih BTN 2021 Naik 48,3 Persen, NPL Turun

Sementara itu, aset perseroan juga tumbuh 19,5 persen dari aset posisi yang sama tahun 2015. Di triwulan I 2016, BTN mencatatkan Aset sebesar Rp178 triliun tumbuh dari aset periode yang sama tahun 2015 sebesar Rp149 triliun.

"Pertumbuhan aset ini berada di atas industri yang pertumbuhannya rata-rata hanya berada di level 7,6 persen," ucapnya.

Kinerja BTN Lampaui Industri Perbankan Kala Pandemi karena Ini

Selain itu, Maryono juga menambahkan, rasio keuangan juga menunjukkan hasil yang menggembirakan. rasio kecukupan modal atau CAR naik 16,50 persen, margin keuntungan atau net interest margin (NIM) naik 4,59 persen. Sedangkan rasio terhadap aset (ROA) naik 1,56 persen  dan rasio terhadap modal (ROE) naik 15,89 persen. 

Kredit rumah murah meningkat

Sementara itu dia memaparkan, kredit dan pembiayaan pada triwulan I tercatat tumbuh 18,9 persen menjadi Rp143 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp120 triliun. 

Maryono mengatakan, tumbuhnya kredit pada triwulan I-2016 ini, artinya permintaan masyarakat terhadap rumah masih cukup baik tinggi. Khusus untuk pasar Bank BTN, pertumbuhan kredit untuk triwulan I 2016 ini adalah potret permintaan masyarakat akan hunian kelas menengah bawah masih cukup tinggi.

"Kami optimis dengan potret kinerja triwulan I 2016, Bank BTN akan dapat memenuhi target yang ditetapkan sampai dengan akhir tahun ini," tambahnya.

Menurut dia, pihaknya juga berhasil mendorong dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 20 persen atau tumbuh menjadi sebesar Rp131 triliun, dari posisi yang sama tahun 2015 yang sebesar Rp109 triliun. Pertumbuhan DPK ini juga melampaui rata-rata industri yang hanya tumbuh 6,9 persen.

Selain itu, Maryono melanjutkan, di tiga bulan pertama 2016, Bank BTN berhasil menurunkan non performing loan (NPL) atau rasio kredit macet menjadi 3,59 persen (gross) turun ketimbang periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 4,78 persen.

"NPL nett Perseroan untuk terus memperbaiki kualitas kredit dengan target NPL di bawah tiga persen pada akhir tahun 2016," ucapnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya