Koperasi Didorong Miliki Orientasi Ekspor

Menkop dan UKM AA Gede Ngurah Puspayoga
Sumber :
  • ANTARA/Andika Wahyu

VIVA.co.id – Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) mendorong koperasi sektor riil agar berkiprah di pasar global dengan memanfaatkan kredit usaha rakyat berorientasi ekspor (BE). 

img_title Purbaya Bentuk Satgas Kawal Kopdes Merah Putih Salurkan Barang Subisidi Pemerintah

Salah satu produk unggulan koperasi yang masuk pasar ekspor ke Melbourne, Australia, yakni kopi Raja, kopi olahan produksi Koperasi Mukmin Mandiri, Sidoarjo, Jawa Timur.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menteri Koperasi dan UKM, AA Puspayoga mengatakan, pemerintah telah meluncurkan paket fasilitas pembiayaan ekspor yang lengkap dan terpadu untuk modal kerja dan investasi bagi koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

img_title Purbaya: Pembayaran Kewajiban Kopdes Merah Putih Dibayar Langsung ke Himbara

"KUR berorientasi ekspor ini diprioritaskan untuk para supplier yang menjadi penunjang industri, yang melibatkan tenaga kerja cukup banyak sesuai dengan segala usahanya," katanya, dalam pelepasan ekspor perdana kopi Raja, produksi Koperasi Mukmin Mandiri, Sidoarjo, Surabaya, melalui keterangan tertulis, Selasa, 3 Mei 2016.

Dia menjelaskan, skema pembiayaan KUR berorientasi ekspor, yakni program pembiayaan dengan suku bunga sembilan persen per tahun. Plafon pembiayaan kisaran Rp5-25 miliar, dan tenor lima tahun untuk investasi ekspor dan tiga tahun untuk modal kerja ekspor.

img_title Koperasi Desa Merah Putih Dinilai Ciptakan Pertumbuhan Ekonomi yang Nyata di Desa

Menurutnya, kemampuan produksi sektor riil seperti Koperasi Mukmin Mandiri yang mengekspor kopi olahan ke Melbourne, Australia, patut diapresiasi karena persyaratan yang harus dipenuhi eksportir sangat ketat. 

Misalnya, memenuhi ketentuan administrasi ekspor impor, jaminan volume produksi, dan keamanan konsumen. "Kalau ekspor kopi sachet instan itu sudah biasa, tapi untuk ekspor kopi olahan produksi UKM ke luar negeri, apalagi ke pasar Australia itu tidak mudah," kata Puspayoga.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, Deputi Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM, I Wayan Dipta mengatakan, pemerintah mendorong supaya seluruh koperasi produksi melakukan ekspor ke pasar potensil di luar negeri. "Ekspor perdana kopi olahan dari Sidoarjo ini, bukti kebangkitan kegiatan koperasi produksi," kata Wayan.

Dia mengatakan, volume ekspor perdana kopi olahan dari petani kopi anggota Koperasi Mukmin Mandiri sebanyak satu ton dengan pasar Australia. "Ekspor kopi Sidoarjo tersebut semakin menambah deretan produksi kopi olahan dari Indonesia yang menembus pasar global. Kopi olahan yang sudah masuk pasar ekspor antara lain, kopi Bali, kopi Gayo, dan kopi Toraja," kata Wayan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut