Gaji Staf Lion Air Lebih Rendah dari Tukang Batu

Suasana Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Putra Nasution

VIVA.co.id – Aksi mogok pilot Lion Air di Bandara Ngurahai Bali, pada Selasa 10 Mei 2016, diduga buntut dari buruknya manajemen pesawat berlambang kepala Singa tersebut.

img_title Bawa 10 Bungkus Sabu di Bandara, Seorang Wanita Ditangkap

Buruknya manajemen Lion Air, juga diakui beberapa mantan pegawai Lion Air di Bandara Adisutjipto, Yogyakarta. Mereka pun akhirnya memilih untuk keluar dari maskapai milik bendahara DPP Partai Kebangkitan Bangsa, Rusdi Kirana itu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Trias, mantan staf di bagian booth Lion Air, Bandara Adisutjipto Yogyakarta, mengaku hampir selama satu tahun bekerja, sama sekali tidak mendapat penghargaan kepada pegawai, yang telah bekerja mati-matian.

img_title Kemenhub Ancam Cabut Izin Lion Air

"Sama sekali tidak ada penghargaan, yang ada justru tekanan dan surat peringatan," kata Trias, yang kini memilih bekerja di toko jejaring nasional di Yogyakarta, Rabu 11 Mei 2016.

Dari sisi tunjangan dan gaji yang diterima sangat kontras dengan tuntutan pekerjaan. Gaji hanya mengikuti upah minimum provinsi sekitar Rp1,3 juta per bulan.

img_title Komisi V DPR: Lion Air Jangan Umbar Perang

"Tunjangan pun tidak diberikan. Bagaimana mau hidup dengan gaji Rp1,3 juta per bulan," ungkapnya.

Awan, mantan staf marketing Lion Air, juga mengaku selama lebih dari dua tahun bekerja, gaji yang diterimanya tak sampai Rp1,5 juta.

"Kelihatannya, kalau kita dilihat orang dengan penampilan yang rapi dan bekerja di bandara tentunya gaji besar. Namun, kalah dengan kuli bangunan yang gaji bersih Rp75 ribu per harinya," ujarnya.

Diutarakannya, selama menjadi staf marketing, perusahaan selalu menuntut pekerjaan yang sempurna. Termasuk, mengatasi jika ada komplain dari calon penumpang. Padahal, itu bukan urasan yang harus kita tangani.

"Kalau pesawat terlambat,  penumpang ngamuk, kita yang harus maju duluan.  Pejabat datang belakangan, ketika masalah sudah reda. Babak belur kita," ujarnya.

Meski kini sudah bekerja di tempat lain dengan gaji dua kali lipat dari Lion Air, Awan mengaku belum bisa mencairkan jaminan hari tuanya (JHT) karena permasalahan administrasi di Lion Air.

"Sudah lebih setahun keluar dari Lion Air, namun urusan administrasi JHT juga belum kelar," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Awan pun mengaku tak kaget jika ada pilot, kru pesawat, atau staf lainnya melakukan aksi mogok, karena hak-hak yang harus diterima pegawai tidak diberikan.

"Kalau pilot mogok, kru pesawat mogok, dan jika pun pilot bersedia terbang, maka kerjanya setengah hati. Padahal, pesawat paling utama adalah keselamatan. Ini sangat berbahaya," jelasnya. (asp)

Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub jumpa pers soal Lion Air

Hukum Lion Air Salah, Pejabat Kemenhub Malah Dipanggil Mabes

Terkait penyelidikan dugaan penyalahgunaan wewenang

img_title
VIVA.co.id
6 Juni 2016
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut