Strategi Pertamina Jualan Elpiji Tabung Pink
“Itulah yang menjadi target pasar kita dan bagaimana merebut kembali mereka balik ke LPG non subsidi,” katanya.
Sebetulnya, konsumen bisa mendapatkan elpiji dengan harga terjangkau, yang satuan per kilogramnya juga lebih murah. Dengan kemasan yang lebih kecil, konsumen tentu akan mengeluarkan sedikit uang dibanding kemasan 12 kg yang harus ditebus seharga Rp150 ribu. Sementara itu, dengan kemasan 5,5 kg, konsumen hanya perlu mengeluarkan uang kurang dari Rp60 ribu.
Dia mengatakan, di bisnis elpiji, tantangan terbesar adalah disparitas harga subsidi yang sangat besar kurang lebih 70 persen. Selain itu, konsumennya harus memiliki tabung terlebih dahulu jika ingin pindah ke nonsubsidi.
"Karena itu, kami masuk dengan strategi trade in atau tukar tabung subsidi yang 3 kg ke nonsubsidi," tuturnya.
Anggota Komisi VII DPR, Hari Purnomo mengatakan, tumbuhnya ekonomi meski tidak signifikan pada tahun ini akan ikut mendorong penjualan elpiji Pertamina. Sebab, kebutuhan energi masyarakat seiring waktu akan terus tumbuh, makin lama pemakaiannya makin tinggi.
"Jadi, bukan semata-mata keberhasilan Pertamina menjual LPG, tapi pasarnya juga meningkat. Sama saja seperti bahan makanan bahan pokok setiap tahun meningkat," kata Hari.