Awas, Tren Kecantikan Ini Ternyata Berbahaya

Eye contact
Sumber :
  • Pixabay

VIVA.co.id –  Setiap wanita yang pernah melakukan waxing atau mencabut bulu tubuh, mengenakan sepatu berhak pasti mengetahui keindahan dari rasa sakit yang dirasakan. Sayangnya, ada beberapa orang yang melakukan hal terlalu jauh untuk menjadi cantik.

img_title Tren Kecantikan yang Mengguncang 2025, dari Clean Girl ke Makeup Mata Berani

Jika sebuah tren kecantikan mengancam kesehatan Anda, ada baiknya bertanya pada diri sendiri apakah itu benar-benar laik dilakukan? Dikutip dari ATTN, berikut ini beberapa tren kecantikan terbaru yang sebenarnya berbahaya dilakukan lantaran dapat berdampak negatif.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

1. Injeksi bokong

img_title Industri Estetika Masuki Era Beauty 4.0

Kim Kardashian, Nicki Minaj, dan selebriti yang membuat banyak wanita mengidamkan aset seperti mereka. Sayangnya, tidak semua wanita ingin mengeluarkan biaya tinggi untuk membayar dokter ahli bersertifikat dengan biaya hingga Rp130 juta hingga Rp260 juta untuk mendapatkan bokong besar.

Untuk menghindari biaya mahal tersebut, beberapa di antara mereka memilih melakukan injeksi silikon ilegal, yang biayanya hanya sekitar Rp33 juta. Namun, dalam beberapa kasus, injeksi bokong dapat menyebabkan infeksi, jaringan parut, nyeri kronis, bentuk tidak menarik, cacat hingga kematian.

img_title Tampil Maksimal dengan Gaya Rambut Oke saat Rayakan Natal

2. Korset pelangsing pinggang

Banyak korset era Victoria dipilih untuk mengurangi ukuran pinggang wanita dengan siluet jam pasir yang sempurna. Sekali lagi, Kardashian dan selebriti lainnya telah memopulerkan tren fesyen ini.

Sementara para ahli tidak yakin bahwa korset ini memiliki efek langsung atau membuat pinggang menjadi ramping, sehingga membahayakan tubuh. Jika korset dipakai terlalu ketat dapat menyebabkan ketidaknyamanan, kesulitan bernapas, nyeri ulu hati, dan refluks asam lambung.

3. Botox

Tekanan untuk terlihat awet muda membuat botox menjadi salah satu prosedur invasif minimal yang paling populer. Berdasarkan data American Academy of Facial Rekonstructive and Plastic Surgery, pada tahun 2014, suntikan botox dilakukan sebanyak 6,67 juta orang, dengan 6,26 juta adalah orang perempuan.

Keracunan botox dapat menyebabkan kelemahan otot di seluruh tubuh, masalah penglihatan, kesulitan mengucapkan kata-kata dengan jelas, kesulitan menelan, kesulitan bernapas, dan kehilangan kontrol kandung kemih. Karena itu, suntik botox dianjurkan dilakukan secara legal dengan bahan legal dan oleh ahlinya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

4. Kosmetik beracun

Kosmetik adalah 'senjata' wanita untuk terlihat lebih cantik. Menurut sebuah studi, orang menggunakan sembilan produk kosmetik harian, bahkan wanita menggunakan 15 produk setiap harinya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut