Tiga Bulan, Total Utang Pemerintah Capai Rp3.271 Triliun

Ilustrasi utang.
Sumber :
  • Pixabay

VIVA.co.id – Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro mengungkapkan, posisi utang pemerintah sampai dengan akhir Maret 2016, total mencapai Rp3.271 triliun. Pemerintah pun memiliki alasan lain terkait hal itu.

img_title Rupiah Melemah Usai Kabar Rencana Penarikan Utang Baru Pemerintah di 2026

Menurut Bambang, pemerintah memerlukan stimulus lain untuk mendorong kas belanja negara, seiring dengan penerimaan negara yang kurang terakselerasi secara optimal. Belanja tersebut, dibutuhkan sebagai daya gedor untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebab saat ini tingkat konsumsi masyarakat masih terbilang rendah. Realisasi investasi di sektor swasta pun belum terlalu menggeliat.

img_title Defisit APBN Terancam Tembus 3 Persen pada Tahun 2025 Buntut Penerimaan Pajak Turun hingga 41,8 Persen

“Penerimaan belum bisa menutupi belanja yang besar. Memang dibutuhkan pembiayaan (pembangunan) dari utang,” kata Bambang dalam rapat kerja bersama Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat, Jakarta, Senin 23 Mei 2016.

Maka dari itu penambahan utang setiap tahun akan selalu terjadi, selama nominal belanja negara lebih besar dibandingkan porsi penerimaan yang dicantumkan dalam anggaran pendapatan dan belanja negara.

img_title Ekonomi Nasional Hadapi Jatuh Tempo Utang Pemerintah Era COVID-19 dan Ancaman Krisis Finansial

“Utang itu muncul ketika jumlah belanja lebih besar dari pemerintah. Selama bujet direncanakan selalu defisit, maka pasti ada penambahan utang,” tutur dia.

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa.

Utang Pemerintah Capai Rp 9.138 Triliun, Purbaya Janji Optimalisasi dan Tekan Penambahan

Purbaya meminta masyarakat tak memandang negatif besaran utang hanya berdasarkan angka, bahkan menganggapnya sebagai sentimen negatif bagi perekonomian.

img_title
VIVA.co.id
10 Oktober 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut