Pemerintah Ingin Luncurkan Satelit untuk Pulau Terluar

Pulau terluar direncanakan jadi pulau
Sumber :
  • Puspen TNI

VIVA.co.id – Pemerintah berencana membuat satelit telekomunikasi dalam waktu dekat. Satelit tersebut akan dimanfaatkan untuk keperluan pemerintah di berbagai bidang.

Pemimpin Pasar Telekomunikasi Global Dukung Ekonomi Digital Indonesia

Direktur Telekomunikasi Khusus dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Ismail, mengatakan pemerintah tengah merencanakan untuk meluncurkan telekomunikasi yang dapat mendukung keberadaan Palapa Ring sebagai tulang punggung dari fiber optik.

"Dalam waktu dekat kita akan mendiskusikan untuk menggarap satelit untuk men-deliver kemampuan fiber optik. Kalau Palapa Ring kan mencakup kota dan kabupaten, sedangkan untuk pulau kecil dan kan belum terjangkau," ujar Ismail ditemui di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Selasa, 24 Mei 2016.

Industri Telekomunikasi 2023: Tetap Optimis meski Tidak Baik-baik Saja

Ismail melanjutkan, wilayah yang tak terjangkau oleh fiber optik dapat diatasi dengan memanfaatkan satelit. Sehingga, persoalan akses internet yang kurang menjangkau di berbagai wilayah dapat terbantukan oleh keberadaan satelit.

Proyek tersebut diberi nama multifungsi, yang nantinya wahana antariksa itu juga akan digunakan untuk kebutuhan pemerintah, seperti pendidikan, kelautan, hingga pertanian.

Industri Telekomunikasi, E-Commerce hingga Edutech Kumpul Bahas 4 Pilar

"Butuh proses sekitar tiga tahun dari awal hingga satelit tersebut dapat diluncurkan, jadi kemungkinan sudah dimanfaatkan pada tahun 2019," ungkap Ismail.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Sub-Direktorat Pengembangan Infrastruktur dari Kementerian Komunikasi dan Informatika, Anang Latif, mengungkapkan pemerintah juga akan mencari mitra untuk menggarap proyek tersebut. Nantinya, proyek ini akan berjalan serupa dengan yang terjadi pada Palapa Ring, yang mana pemerintah mengandalkan peran swasta untuk kepentingan negara.

"Kita mencari mitra-mitra yang sudah berpengalaman soal satelit, seperti BRI atau Indosat untuk diajak kerja sama. Satelit ini juga akan didukung selama 15 tahun sesuai masa usainya, sesuai dengan Palapa Ring. Jadi, habisnya teknologi tersebut, habis juga kerja samanya, lalu kita beralih ke teknologi terbaru lainnya," kata Anang.

(ren)

Layanan platform OTT (over the top).

Indonesia Diminta Belajar dari Inggris dan Turki

Indonesia bisa belajar dari Austria, Prancis, Hungaria, Italia, Portugal, Spanyol, Turki, dan Inggris yang telah menerapkan Digital Services Task (DST) untuk layanan OTT.

img_title
VIVA.co.id
28 Desember 2023