Asumsi ICP Disepakati US$40 per Barel

Rig minyak
Sumber :
  • Reuters

VIVA.co.id – Pemerintah bersama Badan Anggaran (Bangar) Dewan Perwakilan Rakyat sepakati perubahan asumsi Indonesian Crude Price (ICP) sebesar US$40 per barel dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2016. Sebelumnya, pemerintah sendiri memproyeksikan asumsi ICP sebesar US$35 per barel.

Harga Minyak Dunia Sempat Tembus Rekor US$130 per Barel

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Suahasil Nazara mengungkapkan, besaran yang saat ini sudah disepakati merupakan angka paling realistis dibandingkan angka yang sebelumnya sudah disepakati oleh Komisi VII sebesar US$45 per barel.

“Kami perkirakan asumsi ICP lebih realistis di angka US$40 per barel per hari. Kalau rata-rata US$45, maka pada sisa bulan Juli-Desember, rata-rata ICP harus di angka US$54 per barel per hari,” kata Suahasil dalam rapat kerja bersama Banggar DPR di gedung parlemen Jakarta, Rabu 15 Juni 2016.

Harga Minyak WTI Tembus US$116,5 per Barel, Level Tertinggi Sejak 2008

Menurut Suahasil, asumsi ICP sebesar US$45 sangat berisiko dan akan berpengaruh terhadap penerimaan negara di semester kedua tahun ini. Namun dengan kesepakatan ini, Suahasil pun meyakini bahwa akan ada dampak positif terhadap kas keuangan negara.

“Ada peningkatan (penerimaan negara). Untuk detail-detail saat ini masih dihitung bersama teman-teman. Besok akan di sampaikan,” katanya.

Rusia Serang Ukraina, Harga Minyak Dunia Tembus US$100 per Barel

Sebagai informasi, selain menyepakati asumsi ICP, pemerintah bersama parlemen pun ikut menyepakati lifting minyak bumi sebesar 820 ribu barel per hari, serta lifting gas bumi sebesar 1.150 juta barel setara dengan minyak per hari.
 

Ladang minyak/Ilustrasi.

Harga Minyak Jatuh Dipicu Harapan Kemajuan Negosiasi Rusia-Ukraina

Harga minyak jatuh lebih dari lima persen ke level terendah dalam hampir dua minggu pada akhir perdagangan Senin.

img_title
VIVA.co.id
15 Maret 2022