Tangsel Danai Berdirinya House of Indonesia di Jerman
- tvOne/Miranti Hirschmann
Showroom satunya tampil dengan gaya kafe dengan lighting yang lebih hangat. Di sini orang dapat duduk duduk, baik di dalam maupun di selasar depan, untuk menikmati berbagai kopi asal Indonesia, yang disajikan oleh barista berpengalaman.Â
Di sini, ditampilkan berbagai produk fashion batik, produk pangan seperti sambal dan makanan kecil, juga teh organik.Â
Dalam mendukung operasional dan sewa kedua ruangan tersebut, House of Indonesia menggandeng Kementerian Perdagangan Republik Indonesia dan Pemerintah Kota Tangerang Selatan, setidaknya untuk setahun ke depan.Â
Sekitar 30 delegasi pemkot Tangsel ikut hadir dalam pembukaan House of Indonesia.Â
Kepala Badan Perencanaan Pemkot Tangsel, Teddy Meiyadi Affandi mengungkapkan, keinginan pihaknya untuk meningkatkan pembangunan secara cepat.Â
Kerja sama dengan House of Indonesia tersebut mendapat persetujuan dari Wali Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany.Â
“Kami ingin meningkatkan pemasaran juga ingin belajar agar produk kami bisa ikut dalam standar (di Eropa). Ini memang bukan hal yang mudah,“ katanya.Â
Mengenai jumlah dana yang dianggarkan untuk mendukung operasional House of Indonesia, Teddy mengungkapkan, untuk lima stand produk UKM, selama setahun ke depan, pihaknya menggelontorkan anggaran senilai Rp1 miliar.Â
Lokasi House of Indonesia dianggap cukup menguntungkan, karena terletak di kota pelabuhan terbesar kedua di Jerman.Â
Konsul Jenderal RI Hamburg, Sylvia Arifin, melihat bahwa akses jaringan logistik pelabuhan Bremen sudah sangat efisien untuk mencapai berbagai kota di Jerman dan daratan Eropa.
"Keberadaan House Indonesia sebagai salah satu pusat promosi terpadu, diharapakan dapat meningkatakan pemasaran produk eskpor unggulan Indonesia," kata Sylvia, merasa cukup optimistis, karena pada hari pertama pembukaan saja, sudah ada yang ingin memesan dekorasi cermin asal Semarang, juga scarf batik dengan jumlah besar. Â
Sepanjang tahun 2015, nilai perdagangan Indonesia- Jerman, meningkat sebesar 39 persen senilai 137,4 juta euro.Â
Kementerian Perdagangan RI yang diwakili oleh Kepala International Trade Promotion Centre (ITPC), Bambang Jaka Setiawan, mengatakan pemerintah Indonesia senantiasa mendorong berbagai upaya yang dilakukan stakeholders Indonesia dalam meningkatkan perdagangan, dalam hal ini Jerman-Indonesia.Â