Sinetron Ramadan dari Masa ke Masa
- VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis
Konsep cerita, tentu saja. Sinetron yang memfokuskan pada kisah pilu pemeran utamanya, Deddy Mizwar, membawa ide segar, melawan arus program Ramadan bertema seragam.
Sinetron yang tayang pertama kali pada 16 September 2007 ini mengambil jam tayang yang jarang disentuh sinetron lain. Jika sinetron lain memilih menyapa penggemar saat menunggu adzan maghrib, PPT memilih jam tayang saat sahur.
Sinetron yang ditayangkan SCTV ini menceritakan tentang seorang marbot (penjaga musala), Bang Jack. Peran Bang Jack dimainkan sangat baik oleh aktor kawakan, Deddy Mizwar.
Kisah ini berawal dari tiga mantan narapidana yang diperankan tiga personel Bajaj: Melky, Aden dan Isa yang awalnya tidak saling mengenal. Status mantan narapidana membuat ketiganya sulit mendapat pengakuan dari masyarakat.
Tak memiliki tujuan hidup, mereka hidup luntang lantung. Akhirnya, nasib mempertemukan mereka bertiga. Ketiga mantan napi ini lalu bertemu Bang Jack. Dari situlah cerita mulai bergulir.
Selain kisah ketiga mantan napi dan Bang Jack, sinetron ini juga menampilkan kisah cinta Aya (Zaskia A Mecca) dengan Azzam (Agus Kuncoro).
Sinetron yang diproduksi PT Demi Gisela Citra Sinema ini bertahan hingga saat ini. Dalam setiap musimnya, sinetron unggulan saat Ramadan ini selalu menampilkan sesuatu yang baru dan penuh inovasi.
Seperti di musim ke-10 ini. Sinetron besutan Deddy Mizwar ini menghadirkan Inneke Koesherawati sebagai bintangnya.
Menurut Agus Kuncoro, yang bermain sejak awal sinetron ini mengaku kekuatan PPT adalah ceritanya yang sederhana.
"Di tahun ke-10 ini, PPT menjadi sederhana seperti PPT di awal. Penonton seakan berada di sinetron tersebut," ujar Agus saat ditemui di bilangan Senayan, Jakarta Pusat.
Di samping mendapatkan kepuasan, berakting di sinetron PPT juga memberikan banyak pengalaman dan pelajaran bagi Agus, khususnya dalam ilmu agama. "Saya sendiri belajar banyak saat membaca naskah PPT. Akhirnya saya membuka buku agama yang bercerita tentang hal itu atau membaca hadis tentang hal itu. Membaca ayat yang dibahas dalam sinetron. Jadi banyak banget yang saya pelajari," ungkapnya.