Bakrie Sumatera Plantations Beberkan Hambatan Produktivitas

Saham PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk naik hampir 20 persen.
Sumber :

VIVA.co.id – Manajemen PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) mengatakan, perseroan terus berupaya melakukan serangkaian program revitalisasi perkebunan dan fasilitas produksi untuk menjaga produktivitas kebun inti sawit dan karet, di tengah masih lemahnya harga komoditas pada kuartal pertama.

img_title Buka Akses Lebih Luas ke Investor Global, EMAS Perpotensi Masuk GDX

Direktur Investor Relations Bakrie Sumatera Plantations Andi W. Setianto mengatakan, ada beberapa hal yang menjadi kendala perseroan yakini, diskon harga domestik CPO akibat kebijakan pungutan CPO fund US$50 per ton untuk mendukung biodiesel, kondisi cuaca ekstrem udara kering dan kurangnya curah hujan yang menyebabkan kekeringan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kuartal pertama semester pertama memang siklus produksi rendah, biasanya mulai meningkat pada kuartal kedua dan puncaknya di kuartal terakhir tiap tahun. Optimalisasi produktivitas pabrik, juga dilakukan dengan pembelian sawit dan karet dari petani yang tidak memiliki pabrik sekaligus membantu kesejahteraan mereka," kata Andi di Jakarta, Rabu, 29 Juni 2016.

img_title Intraco Penta Catat Pendapatan Usaha Rp476 Miliar pada Semester I-2025

Ia mengatakan harga komoditas sawit utama yaitu CPO masih berada di level bulanan rendah yaitu US$530 per ton FOB Malaysia di Januari membaik di level US$630 di Maret 2016. Data pasar mencatat trend penurunan harga CPO dati level tertinggi US$1240 di Februari 2011 hingga ke level terendah US$480 di Agustus 2016.

Di samping itu, kondisi El Nino 2015 dan program biodiesel domestik menyebabkan berkurangnya ekspor pasokan sawit dunia di 2016, namun, sudah mulai membaik di kuartal pertama.

img_title Pendapatan Chandra Asri Pacfic Melonjak 237,7 Persen Semester I-2025 Gegara Hal Ini

Di sisi lain, kebijakan pungutan CPO Fund US$50 per ton untuk mendukung biodiesel menyebabkan diskon harga CPO yang diterima perseroan dan petani dari menjual CPO dan FFB (Fresh Fruit Bunch) di pasar lokal.

"Jadi tiga hal itu, karena alam El Nino berakibat cuaca kering, harga CPO global yang turun, dan kebijakan domestik," tuturnya.

Direktur dan Corporate Secretary Sido Muncul Budiyanto.

Semester I-2026, Kinerja Ekspor Sido Muncul Naik 28 Persen

Ekpansi global, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) mencatatkan pertumbuhan penjualan ekspor sebesar 28 persen secara tahunan pada semester I-2026.

img_title
VIVA.co.id
9 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut