Indonesia Bisa Bikin Kereta Cepat dalam 15 Tahun

Ketua Indonesia Railway Component Manufacturer Association (IRMA), Tony Budi S.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Mitra Angelia

VIVA.co.id – Ketua Umum Asosiasi Industri Penunjang Perkeretaapian Indonesia atau Indonesia Railway Component Manufacturer Association (IRMA), Tony Budi Santosa menyatakan, Indonesia bisa menjadi negara pembuat teknologi kereta cepat dalam waktu 15 tahun.

img_title Bukan Sekadar Tren Teknologi, AI Kini Mulai Menarik Perhatian

Sebelumnya IRMA bersama PT. Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) telah menandatangani nota kesepahaman untuk transfer teknologi kereta cepat dan mengkaji teknologi tersebut agar tepat digunakan di Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Tiga tahun cukup untuk kita belajar," ujar Tony di gedung BPPT, Jakarta, Selasa 26 Juli 2016.

img_title AI Memberi Guru Ruang untuk Bereksperimen Belajar Siswa

Saat ini, kata Tony, proyek teknologi kereta cepat Jakarta-Bandung yang digodok setidaknya memiliki 60 persen tingkat kandungan dalam negeri (TKDN). Kandungan itu meliputi sarana prasarana, seperti infrastruktur dan gerbong.

"Gerbong saja sudah 30 persen,  tapi hitungan pasti (TKDN)  masih sedang kami kaji kembali, " jelas pria yang juga menjabat sebagai Direktur PT Barata Indonesia itu.

img_title Generasi Muda Kini Makin Akrab dengan Transaksi Digital

Hal itu senada dengan misi pemerintah,  yang ingin Indonesia tidak hanya sebagai pengguna teknologi kereta api cepat. Tapi, perlahan peran sebagai pembuat diambil oleh Indonesia.

"Kementerian Perindustrian telah membuat asosiasi industri komponen kereta api, tidak menutup kemungkinan nantinya kita bisa menjadi pemasok atau menjual ke luar Indonesia," ujar Deputi BUMN Bidang Jasa Pertambangan Industri Strategis dan Media, Fajar Harry Sampurno.

PT. KCIC sebagai pemain utama dalam proyek kereta api cepat berharap Indonesia seyogyanya bisa mandiri menggunakan kereta api cepat.

"Kami ingin kita betul-betul siap,  menjadi tuan rumah di dalam negeri sendiri," ujar Direktur Utama KCIC,  Hanggoro Budi Wiryawan.

Begitu juga dengan BPPT yang dalam hal ini sebagai periset teknologi kereta cepat menyatakan kesiapannya untuk alih teknologi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Boleh saja teknologi dari mereka, lewat KCIC, kita akan coba buat sendiri," kata Kepala BPPT,  Unggul Priyanto.

Kerja sama antara IRMA, KCIC dan BPPT akan mencakup penelitian dan pengembangan teknologi, pendidikan dan pelatihan, pemanfaatan dan penerapan hasil-hasil kerekayasaan yang telah ada, pemanfaatan sarana dan prasarana, dan bantuan teknis sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.

Ilustrasi gadget

8 Gadget Teknologi Terbaik November 2026, dari HP dengan Layar Selfie hingga Konsol Gaming Transparan

Intip 8 gadget terbaik November 2026, mulai dari HP Acer dengan layar selfie, mouse lipat, pendingin HP, hingga konsol gaming transparan. Simak fitur unik, harga.

img_title
VIVA.co.id
5 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut