Harga Timah Anjlok, Emiten Pelat Merah Ini Merugi

Pertambangan Timah
Sumber :
  • VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis
VIVA.co.id
img_title Buka Akses Lebih Luas ke Investor Global, EMAS Perpotensi Masuk GDX
- Kinerja Emiten pelat merah Kinerja PT Timah Tbk memang tidak berjalan mulus tahun ini. Sebab, pada kuartal pertama, perseroan membukukan kerugian bersih yang meningkat menjadi Rp138,8 miliar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


img_title Intraco Penta Catat Pendapatan Usaha Rp476 Miliar pada Semester I-2025
Direktur Utama PT Timah Tbk, Riza Pahlevi menjelaskan, selain kondisi global yang masih bergejolak sehingga mempengaruhi berbagai sektor industri, buruknya kinerja keuangan perseroan lantaran anjloknya harga komoditas timah.

img_title Pendapatan Chandra Asri Pacfic Melonjak 237,7 Persen Semester I-2025 Gegara Hal Ini
"Masalahnya harga di triwulan pertama sudah sulit, sekitar US$13 ribu per ton," tuturnya di di Gedung BEI, Jakarta, Kamis, 4 Agustus 2016.

Reza mengatakan, perseroan harus terpaksa menurunkan produksi. Tercatat di kuartal pertama produksi biji timah turun dari 6.653 ton diperiode yang sama tahun lalu menjadi 3.405 ton dan produksi logam timah turun dari 7.057 ton menjadi 4.205 ton.

Dalam memperbaiki kinerja, Riza mengaku perseroan akan meningkatkan porduksi di semester kedua tahun ini. Seiring dengan hal itu, dirinya juga yakin harga timah akan kembali meningkat dikisaran US$18 ribu per ton.

"Jadi harapan kita bisa kejar produksi, tapi untuk melebihi tahun lalu sulit, kita kejar minimal sama. Kita akan tambah alata produksi dan pengawasan lebih ketat sehingga kita bisa memastikan peningkatan produksi diakhir tahun," tuturnya.

Selain itu, perseroan juga akan meningkatkan kinerja dari anak usahanya yakni PT Rumah Sakit Bakti Timah dan PT Timah Industri. Sebab kedua anak usaha tersebut memiliki sumbangsih pendapatan yang cukup tinggi bagi perseroan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


"Timah Industri sudah jalan, karena land produksinya sudah jadi, Rumah Sakit Bakti Timah juga sudah profit sebenarnya. Jadi kita targetkan 10 persen pendapatan dari anak perusahaan," tuturnya.
Direktur dan Corporate Secretary Sido Muncul Budiyanto.

Semester I-2026, Kinerja Ekspor Sido Muncul Naik 28 Persen

Ekpansi global, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) mencatatkan pertumbuhan penjualan ekspor sebesar 28 persen secara tahunan pada semester I-2026.

img_title
VIVA.co.id
9 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut