Tujuh Dosa Besar dalam Berinvestasi
- Pixabay
5. EmosionalÂ
Diversifikasi investasi salah satu bentuk kesabaran, bahkan di saat pasar yang tak menentu. Apabila portofolio investasi Anda telah cukup beragam, Anda tidak perlu ikut panik ketika kondisi pasar memburuk dan semua orang berlomba-lomba untuk melepas investasi mereka.
Kegusaran dan ketidakpastian dari pasar dapat menakutkan. Untuk mengatasinya, alokasi ke aset berkualitas yang bisa Anda temukan dalam dalam sebaran aset yang cukup beragam adalah perlindungan utama untuk investasi Anda.
6. Iri
Terpaku semata-mata pada performa pasar merupakan dosa utama bagi investor yang aktif dalam bertransaksi, terutama bagi mereka yang telah berpengalaman. Karena ini, berarti keputusan diambil berdasarkan rasa takut dengan mempertimbangkan saham-saham yang telah memiliki performa yang baik di masa lalu.
Ketika menyusun portofolio, performa pasar memang penting untuk diperhatikan, tetapi risiko terkontrol juga perlu diambil untuk beberapa aset yang menawarkan potensi terbaik untuk pengembalian investasi yang optimal di masa depan.
7. Kesombongan
Terlampu percaya diri awal mula kejatuhan. Kecenderungan untuk memiliki rasa percaya diri yang berlebihan dan tidak menghiraukan peringatan merupakan kesalahan fatal bagi investor.
Hal ini dapat berdampak pada cara pandang dalam menerima informasi dan menilai suatu kondisi. Keyakinan berlebihan bahwa tidak akan berbuat kesalahan saat menganalisa pasar, dan mengambil keputusan seringkali justru menjadi kesalahan yang fatal dan mula dari kejatuhan.
"Menjadi investor yang baik merupakan tantangan, di Aberdeen Asset Manajemen kami selalu mencoba untuk bertahan dari perilaku impulsif, menyaring kebisingan pasar dan selalu bersikap tenang. Menghindari tujuh sifat buruk di atas akan menghasilkan sifat dan kebiasaan baik dalam berinvestasi," ujar Presiden Direktur PT Aberdeen Asset Management, Sigit Wityadi. (asp)