Melalui Pelabuhan 'Tikus', Ekspor Konsentrat Ilegal Marak

Bongkar Muat di Pelabuhan Tikus
Sumber :
  • VIVAnews/Yuliseperi

VIVA.co.id – Publish What You Pay (PWYP) Indonesia mengatakan pemerintah sebaiknya tidak mewacanakan kembali relaksasi ekspor konsentrat. Pemerintah saat ini seharusnya fokus melakukan pengawasan yang ketat terhadap pelabuhan-pelabuhan yang digunakan pengusaha mineral, yang melakukan ekspor material mentah ilegal.

img_title Ekspor Diperkuat, Komoditas Unggulan Sumut Senilai Rp258,9 Miliar Dikirim ke Berbagai Negara

Manajer Komunikasi PWYP lndonesia, Agung Budiono, mengatakan pengusaha tambang mineral kerap kali melakukan ekspor material mentah secara diam-diam (ilegal) melalui pelabuhan 'tikus' yang ada di beberapa wilayah di Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami mengingatkan agar pemerintah melakukan pengawasan yang ketat terhadap pelabuhan-pelabuhan 'tikus'. Ini yang kerap digunakan oleh para pengusaha tambang mineral yang melakukan ekspor material mentah secara diam-diam," ungkap Agung di Tjikini Lima, Jakarta, pada Minggu, 25 September 2016.

img_title Tak Hanya Tuding Singapura Jual Lagi Gas dari RI, Bahlil Juga Beberkan Data Ini

Menurutnya, pemerintah harus memperbaiki pengawasan terhadap pelabuhan-pelabuhan yang menjadi pintu keluar bahan minerba, sehingga tidak ada lagi ekspor tambang mineral ilegal. Kemudian, membangun dan mengembangkan aspek-aspek kepelabuhan yang terintegrasi dengan standar IT.

Selain itu, aspek penegakan hukum terhadap perusahaan-perusahaan yang terbukti melakukan ekspor ilegal harus ditegakkan.

img_title Harga Singkong Meroket dari Rp700 Jadi Rp3.000 per Kg, RI Siap Ekspor ke Luar Negeri

"Dengan memastikan progres seluruh pembangunan smelter, melakukan koordinasi yang intens dengan kementerian terkait dengan pengembangan industri hilir, termasuk mitigasi terhadap persoalan-persoalan lingkungan dan sosial akibat berkembangnya industri hilir," jelasnya. (ase)
 

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia

Bahlil soal Pasokan Gas ke Singapura Dikurangi: Prioritas Penuhi Kebutuhan Dalam Negeri, Baru Ekspor

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah memprioritaskan kebutuhan gas dalam negeri sebelum mengekspor kelebihan pasokan ke negara lain, termasuk Singapura.

img_title
VIVA.co.id
30 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut