22-10-1962: Militer AS Blokade Kuba

Presiden AS, John F. Kennedy berbicara dengan Pemimpin Uni Soviet, Nikita Khruschev.
Sumber :
  • EVELYN LINCOLN/THE WHITE HOUSE/JOHN F. KENNEDY PRESIDENTIAL LIBRARY/REUTERS

VIVA.co.id – Hari ini 54 tahun silam. Presiden John F Kennedy mengumumkan kepada rakyat telah memerintahkan militer Amerika Serikat untuk memblokade Kuba.

8 Fakta Menarik Ukraina yang Menjadi Negara Terluas di Eropa

Hal ini menanggapi penemuan rudal balistik Uni Soviet terbaru yang ditempatkan di negara itu.

Mengutip situs History, dalam sambutannya yang disiarkan di stasiun televisi, Kennedy mengutuk Pemimpin Soviet, Nikita Khrushchev, atas tindakannya yang dinilai sembrono dan provokatif bagi perdamaian dunia. Ia juga memperingatkan bahwa AS sepenuhnya siap untuk membalas pengiriman rudal balistik tersebut.

Bagaimana Penindasan Soviet Memupuk Benci Rakyat Ukraina pada Rusia

Empat hari sebelumnya, Kennedy telah melihat bukti foto satelit yang menunjukkan Soviet tengah membangun 40 situs rudal balistik di Kuba.

Dalam pertemuan tertutup, Kennedy bersama para penasihatnya sepakat untuk membuat tiga pilihan. Bernegosiasi dengan Soviet untuk menghapus rudal, mengebom situs rudal balistik di Kuba, atau menerapkan blokade.

10 Fakta Mengejutkan Turkmenistan, Negara Islam yang Diktator!

Akhirnya, Kennedy memilih pilihan ketiga, memblokade negara yang hanya beberapa kilometer dari Negara Bagian Florida ini.

Blokade pun dimulai pada 21 Oktober. Keesokan harinya, Kennedy menyampaikan pidato publik yang memperingatkan publik Amerika bahwa rudal balistik Soviet di Kuba mampu menghantam Washington DC, atau di belahan dunia mana pun.

Menanggapi hal ini, Khrushchev merespons dengan mengirim tambahan kapal kargo militer Kuba dan mengancam membangun konstruksi situs rudal balistik lebih lanjut. Selama enam hari, Krisis Misil Kuba menggiring dunia ke jurang perang nuklir global.

Kedua negara akhirnya bernegosiasi, dan pada 28 Oktober, diputuskan bahwa situs rudal balistik Kuba dibongkar. Sebagai imbalan, Kennedy sepakat untuk menutup situs rudal balistik AS di Turki.

Seorang lelaki tua memegang bendera Uni Soviet. Getty Images via BBC Indonesia

Membandingkan Kehidupan di Uni Soviet dan Rusia Pada Masa Perang

Setelah invasi pasukan Rusia ke Ukraina, kehidupan warga Rusia mulai berubah cepat. Perbatasan ditutup, nilai rubel terus turun dan harga barang-barang mulai naik.

img_title
VIVA.co.id
12 Maret 2022