Warisan Budaya Indonesia Segera Didaftarkan ke UNESCO
- VIVAnews/Muhamad Solihin
Untuk tahun 2017 mendatang, pemerintah Indonesia rencananya akan mengajukan Kapal Pinisi dari Sulawesi Selatan sebagai WBTB Indonesia ke UNESCO.
Daerah-daerah terpencil jadi prioritas
Pemerintah sendiri mengungkapkan bahwa dalam penetapan WBTB, pihaknya memprioritaskan daerah-daerah terpencil di Indonesia.
"Daerah-daerah terluar dan terpencil diutamakan, kadang belum kita populerkan tapi negara tetangga sudah populerkan," kata Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya, Nadjamuddin Ramly, Senin, 24 Oktober 2016.
Ia menjelaskan, hal ini terjadi karena di daerah terluar atau daerah perbatasan, terdapat banyak kemiripan dan kesamaan warisan budaya yang dimiliki. Selain itu, terkadang banyak masyarakat perbatasan yang justru memopulerkan warisan budaya itu ke negara tetangga
"Kalau kita tidak definitifkan, ini nanti pasti kita akan sesali," ujarnya menambahkan.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa pihaknya akan terus berupaya untuk segera mendaftarkan WBTB yang telah ditetapkan tadi ke UNESCO. WBTB yang telah ditetapkan juga sebisa mungkin harus segera dipublikasikan. Selain untuk promosi, ini juga untuk mengantisipasi klaim warisan budaya dari negara tetangga.
Ia juga menekankan, bahwa setelah ditetapkan, pemda setempat juga berkewajiban untuk melakukan proteksi dan pelestarian terhadap WBTB tersebut.
"Kalau sudah ditetapkan sebagai WBTB, berarti ada proteksi dari pemda, ada pengawalan, ada penjagaan, ada pelestarian di situ, komitmennya itu ya mengeluarkan anggaran," katanya.
Ia mengambil contoh, bahwa sebagai bentuk komitmen kepada suatu warisan kuliner, pemda harus memastikan bahwa industri yang menjual kuliner tersebut tetap tumbuh. Bukan hanya di daerahnya, tapi juga dalam skala nasional, bahkan akan lebih baik jika mencapai kancah internasional. Selain itu WBTB ini juga harus bisa diturunkan ke generasi selanjutnya.
"Jadi ada komitmen, tidak sekadar pernyataan tapi di-follow up. Jadi ada pelestarian di dalamnya, ada safeguarding di dalamnya," ujarnya menambahkan.