Perlu Penataan untuk Minimalisir Perusahaan Pelanggar Aturan

Anggota Komisi IV DPR RI Henky Kurniadi
Sumber :

VIVA.co.id – Anggota Komisi IV DPR RI Henky Kurniadi mengatakan, perlu ada penataan secara tegas, agar pelanggaran aturan  yang dilakukan oleh perusahaan perkebunan tidak terjadi terus menerus. Pasalnya, jika permasalahan ini tidak diselesaikan sejak dini, maka akan menimbulkan permasalahan yang lebih besar.

img_title Lindungi Hutan dari Illegal Logging, KLHK Siapkan 57 Pasukan Khusus

Demikian diungkapkannya usai pertemuan dalam rangka kunjungan kerja spesifik dengan Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah Sugianto Sabran, perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, perwakilan dinas-dinas di lingkungan Pemprov Kalteng, serta direksi perusahaan pelanggar aturan, di Palangka Raya, Kalteng, Rabu 26 Oktober 2016. Kunjungan ini dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi IV DPR Daniel Johan (F-PKB/dapil Kalbar).
 
“Penataan itu bisa melalui undang-undang. Karena kalau tidak ditata dari sekarang, ada permasalahan hukum yang tidak diselesaikan, ada masalah unsur koruptif, kemudian tak ada izin, dan akhirnya tidak membayar PBB dan PNBP, menyebabkan tidak ada dana yang masuk ke keuangan negara. Seharusnya, masuk ke keuangan negara tapi malah masuk ke yang tidak resmi. Dan itu jumlahnya cukup banyak,” jelas Henky.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut politisi F-PDI Perjuangan itu, akibat tidak adanya dana yang masuk ke keuangan negara, menimbulkan permasalahan di daerah, yang berimbas pada sulitnya pembangunan infrastruktur. Perlu ada satu jalan keluar untuk ke sekian banyaknya perusahaan itu, karena Henky yakin, mereka masih punya itikad baik membangun negara.

img_title Over Eksploitasi dan Perubahan Iklim Ancam Megadiversity Laut Besar RI

Perlu diketahui, Komisi IV DPR menduga setidaknya ada 120 perusahaan pelanggar aturan di Kalimantan Tengah. Perusahaan yang belum melengkapi perizinan, AMDAL, hingga Hak Guna Usaha (HGU) itu tetap mengelola lahan yang mencapai 800 ribu hektar. Diduga, akibat dari operasional tanpa izin itu, negara dirugikan triliunan rupiah setiap tahunnya.

Henky menambahkan, salah satu hal yang menyebabkan banyaknya perusahaan melanggar aturan itu karena sudah keterlanjuran selama puluhan tahun. Kemudian ada suatu ketidakjelasan tata ruang dan tata wilayah, termasuk belum adanya kepastian hukum.

img_title Rusak Musala di Jatinegara, Pria Pelontos Diamankan

“Belum lagi, adanya celah hukum yang dimanfaatkan oleh oknum. Karena itu perlu ditata. Harus dibuat kepastian hukum yang jelas, memberikan suatu tata ruang yang jelas, sehingga menjadi produk hukum, dan ada jalan keluar dari berbagai permasalahan. Perusahaan pasti mau jika diberi landasan hukum yang jelas,” analisa Henky.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut