Taiwan Ingin Lebih Erat dengan Indonesia
- Dokumen Taipei Economic and Trade Office
Total perdagangan Taiwan dengan Indonesia tahun lalu mencapai US$9 miliar (Rp117 triliun), dengan posisi surplus ada di pihak Indonesia.
Ekspor Indonesia ke Taiwan selama tiga tahun berturut-turut (2013-2015) mencapai lebih dari US$20 miliar (Rp260 triliun). Sementara ekspor Taiwan ke Indonesia sekitar US$12 miliar (Rp156 triliun) dalam periode tiga tahun berturut.
Meski merugi, kami tetap konsisten akan meningkatkan jumlah investasi dan kunjungan wisatawan. Ekspor utama Taiwan ke Indonesia adalah produk minyak, produk besi dan baja, bahan baku tekstil, suku cadang mesin, dan bahan kimia.
Ke depan akan ditingkatkan produk lainnya, seperti bahan kimia serta produk berteknologi tinggi. Sedangkan, impor utama dari Indonesia adalah gas alam, batu bara, paduan tembaga dan emas, kayu serta karet.
Tak hanya itu, kedua negara sudah melakukan nota kesepahaman untuk menghilangkan pajak berganda agar investasi Taiwan ke Indonesia terus meningkat.
Sejak 1995, sudah ada penadatanganan Prevention of Fiscal Evasion Agreement atau penghindaran pajak berganda, sehingga memungkinkan terjadinya kenaikan investasi dan perdagangan.
Sejauhmana ketertarikan warga Indonesia untuk bersekolah di Taiwan?
Pemerintah Taiwan saat ini sedang berbagai beasiswa untuk diberikan kepada masyarakat Indonesia untuk menempuh pendidikan. Tahun ini banyak dibuka kesempatan untuk kuliah di Taiwan, dengan sekitar 4.500 warga Indonesia belajar di Taiwan.
Banyak juga dosen dan guru dari Indonesia belajar di Taiwan. Ini tidak mudah untuk menyelesaikan dalam tiga tahun di bawah sponsor pemerintah kami. Bahkan, tahun 2017, kami akan menambah jumlah beasiswa bagi warga Indonesia. Ada tiga jalur yang kami tawarkan untuk mendapatkan beasiswa.
Yaitu, Taiwan Government offers Taiwan Scholarship, Huayu Scholarship, dan ICDF Higher Education Scholarship for Indonesian Students Annually. Tahun lalu, lebih dari 15 univesritas terkemuka mengirim perwakilannya ke Indonesia agar belajar ke Taiwan. Tahun ini, sekitar 700 orang perwakilan kembali datang.
Tapi, ini semua tergantung dari ketertarikan para calon mahasiswa. Kita sendiri (pemerintah Taiwan) tidak punya standard khusus, karena semuanya bergantung pada kebijakan universitas masing-masing.
(Pada 2015, jumlah pelajar Indonesia yang belajar di Taiwan ada 4.394 pelajar, termasuk 2.745 pelajar Sarjana, Master dan Doktor, 227 siswa pertukaran pelajar dan 1.442 siswa yang belajar bahasa Mandarin.