Anak Usaha Pertamina Dinilai Paling Pas Caplok PLTP Chevron
- VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar
VIVA.co.id – PT Pertamina Geothermal Energy, anak usaha PT Pertamina dinilai memiliki peluang paling besar untuk memenangi lelang dua pembangkit listrik milik Chevron Geothermal Indonesia Ltd, dengan total kapasitas terpasang 632 megawatt, dibandingkan lima perusahaan lain.Â
Sebab, PGE memiliki kemampuan dan rekam jejak yang bagus dalam pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas bumi (PLTP) di Tanah Air di luar Chevron Geothermal, selain ditopang kemampuan finansial oleh induk usaha yang bisa diandalkan.
Ketua Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI), Surya Dharma mengatakan, dari enam perusahaan yang ikut dalam lelang tersebut, PGE adalah perusahaan yang paling ideal untuk mengelola aset panas bumi Chevron.Â
Apalagi, PGE merupakan pemilik dari wilayah kerja panas bumi yang dikelola Chevron saat ini. Selain itu, pengalaman mengelola dan mengembangkan panas bumi PGE sangat panjang dan sudah teruji, baik hulu maupun hilir.Â
"Konsistensi PGE dalam mengembangkan panas bumi yang tidak pernah terhenti dalam keadaan sesulit dan dalam kondisi krisis apapun telah terbukti," kata Surya dikutip dari keterangan resminya, Senin 31 Oktober 2016.Â
Sebagai informasi, saat ini, ada enam perusahaan yang bersaing mendapatkan dua PLTP yang dikelola Chevron, yaitu PLTP Salak Kabupaten Bogor, Jawa Barat dengan kapasitas  377 MW dan PLTP Darajat di perbatasan Kabupaten Bandung dan Garut, Jawa Barat dengan kapasitas 255 MW.Â
Selain PGE, ada lima perusahaan lain yang tertarik mengakuisisi dua aset PLTP Chevron. Kelima perusahaan tersebut adalah PT PLN, PT Medco Power, dan PT Star Energy, serta dua perusahaan asal Jepang, yaitu Mitsui dan Marubeni.
Menurut Surya Dharma, PGE juga memiliki kemampuan pendanaan yang sangat baik, maupun melalui pinjaman yang mendapat kepercayaan yang baik dari lender.Â
PGE juga memiliki SDM dan pengembangannya yang berkelanjutan sebagai sumber daya yang mendukung pengembangan panas bumi. Tidak hanya itu, Pertamina melalui PGE juga sudah memiliki road map pengembangan panas bumi yang tertata. Serta, sebagai BUMN yang dapat diberikan tugas khusus oleh pemerintah sesuai peraturan yang berlaku.