Anak Usaha Pertamina Dinilai Paling Pas Caplok PLTP Chevron
- VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar
"Jika dibandingkan dengan perusahaan lain yang tersebut seperti PLN, Star Energy, Medco, Marubeni, dan Mitsui, mereka masih banyak kekurangannya, karena tidak selengkap jika dibandingkan PGE," kata dia.Â
Menurut Surya, aset yang akan dijual Chevron adalah aset hak untuk mengoperasikan sebagai pemegang Kontrak Operasi Bersama. Sedangkan aset sesungguhnya adalah milik negara melalui PGE yang punya WKP.Â
"Jadi, yang ditransfer dan dijual oleh Chevron adalah hak untuk mengoperasikan seluruh KOB antara Chevron dengan PGE," katanya.
Direktur Panas Bumi Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Yunus Saefulhak mengatakan, pada November mendatang, keenam perusahaan akan mengajukan dokumen penawaran kepada Chevron, termasuk program kerja dan harga. Setelah itu, proses berikutnya adalah evaluasi.Â
"Kemungkinan, pemenang diumumkan akhir tahun ini atau awal 2017," ujarnya.
Menurut dia, Kementerian ESDM hanya melakukan kontrol agar penjualan tersebut tidak lantas menurunkan produktivitas terhadap kedua aset PLTP Chevron. Dengan demikian, penjualan listrik ke PLN tetap stabil, baik sebelum maupun sesudah akuisisi.
Sementara itu, Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam  menjelaskan, komitmen Pertamina untuk mengembangkan panas bumi tercermin dari, beberapa proyek sudah dapat diselesaikan tahun ini dan lebih cepat dari target.Â
"Untuk PLTP Chevron, tim kami sudah melakukan evaluasi sesuai dengan tahapan yang ditentukan dalam proses bidding," kata dia.Â
Seperti diketahui, total kapasitas terpasang PLTP yang dikelola PGE saat ini tercatat 457 MW. Pasokan produksi listrik panas bumi tersebut berasal dari lima unit PLTP Kamojang dengan total kapasitas 235 MW di wilayah kerja panas (WKP) bumi Kamojang-Darajat, Jawa Barat.Â
Kemudian, empat unit PLTP Lahendong berkapasitas 100  MW di WKP Lahendong, Sulawesi Utara, dan dua unit PLTP Ulubelu berkapasitas 110 MW di WKP Gunung Way Panas, Lampung, serta  PLTP Sibayak di WKP Gunung Sibayak-Gunung Sinabung, Sumatera Utara berkapasitas 12 MW. (asp)