Lahan Terbatas, Penataan Ruang Kota Hanya Ikut Tren

Pembangunan kompleks perumahan.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

VIVA.co.id – Dirjen Tata Ruang Kementerian Agraria dan Tata Ruang, Budi Situmorang mengatakan, salah satu penyebab penataan ruang kota tidak pernah ideal, adalah karena terbatasnya lahan perkotaan. Sehingga, para perencana tata ruang tidak bisa mengkreasikan perencanaannya dengan baik.

img_title Warisan Uni Soviet Jadi Titik Lemah Ukraina di Musim Dingin

Dia menyebut, hal inilah yang kerap menjadi kendala, sekaligus tantangan bagi para planner, atau perencana dalam menyusun konsep perencanaan tata ruang di wilayah perkotaan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Penataan kota sekarang hanya mengikuti tren, tidak pernah ideal. Para planner tidak bisa berpikir dan berkreasi, bagaimana menyusun tata ruang yang baik, karena lahannya makin terbatas," kata Budi dalam sebuah diskusi di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis 3 November 2016.

img_title RK Pede Hadapi Debat Ketiga soal Tata Kota: Keilmuan Saya di Situ

Dia juga mengatakan, penguasaan lahan oleh pihak-pihak swasta turut menjadi penyebab, tidak leluasanya para planner dalam menyusun tata kota yang baik.

"Negara saat ini tidak punya lagi tanah atau lahan. Maka hasil perencanaan tata ruangnya pun jadi tidak ideal lagi," ujarnya.

img_title Harlah ke-25 Digelar di Solo, Kader PKB Ingin Belajar Tata Kota Ala Gibran

Dengan kondisi demikian, Budi mengakui, jika kualitas tata ruang yang kerap dihasilkan para planner pun memang tidak terlalu memuaskan.

Ketidakidealan perencanaan tata ruang ini, diakui Budi, juga tidak memuaskan masyarakat, terutama dalam pola peruntukkan lahan, sedangkan mereka sangat membutuhkannya sebagai tempat tinggal, atau hunian.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kualitas tata ruang kita sedang dipertanyakan. Rendahnya penghargaan pada hasil kerja para perencana tata ruang pun, saat ini sangat minim diimplementasikan oleh para pemilik lahan," kata Budi.

"Selain itu, banyak pula pekerjaan rumah yang harus dibenahi oleh para planner, termasuk dalam hal kontrol kualitas yang menurut saya juga masih perlu diperbaiki," ujarnya. (asp)

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota DKI Jakarta

Gubernur Pramono Bakal Tertibkan Pasar Palmerah, Ini Alasannya

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo mengatakan Pemerintah Provinsi DKI akan menertibkan kawasan Pasar Palmerah, Jakarta Barat sebagai upaya penataan ruang kota.

img_title
VIVA.co.id
14 Februari 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut