Ini Dua Kebijakan Trump yang Ditakuti Pasar

Donald Trump, Presiden terpilih Amerika Serikat.
Sumber :
  • REUTERS/Mike Segar

VIVA.co.id – Setelah Donald Trump terpilih menjadi orang nomor satu di Amerika Serikat, pelaku pasar dan investor seluruh dunia, termasuk Indonesia saat ini tengah menunggu implementasi kebijakan yang akan diambil Trump. Sebab, kebijakan tersebut akan memengaruhi ekonomi global.

img_title BPS: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2021 Capai 3,69 Persen

Mantan Menteri Keuangan Chatib Basri memandang, pelaku pasar dan investor saat ini sedang mencermati dua kebijakan utama Trump, yang digalakkan pada saat kampanye. Di antaranya, pemangkasan tarif pajak dan hubungan perdagangan antara AS dengan Tiongkok.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Chatib menjelaskan, pemangkasan tarif pajak digunakan sebagai upaya untuk mendorong perekonomian negara, agar menjadi lebih cepat. Ia memandang, hal ini merupakan risiko bagi investor, karena akan membuat penerimaan pajak turun.

img_title BI Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI 2022 Maksimal 5,5 Persen

Jika belanja negara digenjot lebih besar, artinya defisit anggaran melebar. Pemerintah AS harus menarik utang yang besar untuk menutupi belanja melalui obligasi.

"Permintaan obliogasi yang meningkat, akan membuat tingkat bunga AS akan naik," ujar Chatib di Kempinski Ballroom Jakarta, Rabu 16 November 2016.

img_title Pertumbuhan Ekonomi 5,5 Persen pada 2022 Dapat Tercapai Jika...

Jika kondisi tersebut terjadi, menurutnya, akan menimbulkan sedikit gejolak di pasar keuangan, di mana likuiditas akan kembali ke AS, dan mendorong penguatan yang cukup siginifikan pada dolar AS.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, mata uang di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia akan melemah. Sedangkan terkait dengan arah kebijakan perdagangan dengan Tiongkok, dinilai juga berbahaya.

Sebab, kata Chatib, untuk kali pertama, pertumbuhan perdagangan dunia lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi, di mana Tiongkok menjadi negara pemasok barang terbesar di dunia. Jika Trump menerapkan kebijakan tersebut, Tiongkok  akan kehilangan pasar. (asp)

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu, Febrio Kacaribu.

Kemenkeu: Pertumbuhan Ekonomi 2021 yang Dirilis BPS Sesuai Prediksi

BPS baru saja merilis pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal IV-2021 sebesar 5,02 persen dan sepanjang 2021 3,69 persen.

img_title
VIVA.co.id
7 Februari 2022
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut