Demo Ahok Bikin Investor Khawatir

Kericuhan demo 4 November 2016.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

VIVA.co.id – Aksi demo masih akan berlangsung kembali pada 2 Desember 2016 mendatang, yang menuntut penahan Gubernur nonaktif DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama alias Ahok.

img_title IHSG Berpotensi Rebound Usai Anjlok Imbas Demo, Simak 5 Rekomendasi Saham Potensial Cuan

Kepala Ekonom PT Bank Central Asia Tbk (BCA), David Sumual, mengatakan jika aksi demo terus terjadi dan menuju ke krisis politik dan keamanan, maka akan memberikan pengaruh besar bagi pelaku pasar, khususnya investor di Indonesia, baik domestik maupun asing.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurutnya, perlu campur tangan pemerintah dan pihak terkait untuk meredam aksi demo tersebut, agar tidak menimbulkan dampak dari sisi perekonomian nantinya.

img_title Aksi Mahasiswa 'Indonesia Gelap', Istana: Jangan Membelokkan Apa yang Sebenarnya Tak Seperti Itu

"Kalau berlarut-larut demo 2 Desember, agak heran juga. Kalau demo berlarut menuju ke krisis politik dan keamanan, ini yang akan menjadi masalah, dan memberikan dampak yang besar bagi investor," kata David kepada wartawan di Jakarta, Senin, 21 November 2016.

Dengan terpengaruhnya investor, lanjut David, maka akan memberikan gesekan juga terhadap ekonomi Indonesia. Maka dari itu, dia berharap demo yang akan dilakukan secara damai.

img_title Siswa MAN 2 Bekasi Gelar Demo Depan Kantor Kepala Sekolah, Kecewa Sering Bayar Iuran Tapi Fasiltas Bobrok

"Jika demo dengan aksi damai, itu tidak berpengaruh besar. Risikonya masih kecil, masih ada kekhawatiran, tapi dikit," tuturnya.

Namun, jika aksi demo itu secara anarki, kata David, nantinya akan memberi pengaruh bagi iklim investasi di Indonesia. "Kalau berlarut-larut, mereka investor asing dan domestik akan khawatir. Untuk demo 2 Desember nanti, investor wait and see," tuturnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seperti diketahui, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia akan kembali menggelar aksi damai jilid III pada 2 Desember 2016.

Panglima Lapangan GNPF MUI, yang juga Juru Bicara Front Pembela Islam (FPI), Munarman, mengatakan aksi damai dilakukan karena Gubernur nonaktif DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, hingga kini belum ditahan usai ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penistaan agama. (ase)

Anindya Bakrie

Aksi Demo Mereda, Kadin Siap Bantu Pemerintah Kembalikan Kepercayaan Investor

Anindya Bakrie memastikan Kadin Indonesia siap membantu pemerintah mengembalikan rasa percaya investor untuk menanamkan modalnya di Tanah Air.

img_title
VIVA.co.id
4 September 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut