Hadapi MEA, Agen Properti Wajib Punya Sertifikat Ini

Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Oke Nurwan memukul gong
Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Oke Nurwan memukul gong
Sumber :
  • Istimewa

VIVA.co.id – Ketua Umum Asosiasi Real Estate Broker Indonesia Hartono Sarwono meminta agar broker properti bekerja secara profesional. Oleh karena itu pihaknya mendorong anggota untuk segera memiliki sertifikat/lisensi dan surat izin usaha perusahaan perantara perdagangan properti.

“Jika broker properti bekerja profesional maka masyarakat pengguna jasa broker properti akan puas dengan pelayanan yang diberikan sehingga industri broker properti pun akan terus berkembang secara sehat,” kata Hartono saat rapat kerja nasional AREBI 2016 di Jakarta, demikian keterangan tertulisnya, Rabu 23 November 2016.

Selain wajib memiliki surat izin usaha perusahaan perantara perdagangan properti (SIU-P4), kini broker properti juga wajib bersertifikat/berlisensi dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Broker Properti Indonesia.

“Dengan memiliki sertifikat/lisensi, broker properti dianggap sudah memiliki kemampuan menjalankan pekerjaan sebagai broker properti. Di banyak negara, bahkan di negara tetangga Indonesia seperti Malaysia dan Singapura, broker properti harus memiliki sertifikat/lisensi,” tutur Hartono.

Karena itu, keberadaan aturan yang mewajibkan broker properti harus memiliki sertifikat/lisensi di Indonesia juga dianggap penting dengan dilaksanakannya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

“Dengan diberlakukan MEA, broker properti asing akan masuk ke Indonesia. Persaingan antar broker pun akan semakin ketat. Sertifikasi/lisensi merupakan salah satu bentuk proteksi pemerintah terhadap profesi agen properti,” ujarnya.

Oleh karena itu, sambung Hartono, sebaiknya broker properti tidak perlu menunggu pemerintah melakukan penegakan hukum dahulu baru memiliki sertifikat/lisensi dan SIU-P4.