DPR Minta Semua Pihak Hormati Hak Konstitusional Setiap WN

Almuzzammil Yusuf
Sumber :
  • Fraksi PKS

VIVA.co.id – Wakil Ketua Komisi II DPR RI Almuzzammil Yusuf mengatakan, pasca reformasi 1998 tidak ada larangan bagi siapapun melaksanakan aksi unjuk rasa karena telah dijamin dan dilindungi konstitusi dan undang-undang (UU). Pelarangan atau menghalang-halangi rencana aksi unjuk rasa adalah perbuatan melanggar konstitusi dan UU.

img_title KSP Listyo Sigit Persilakan Aksi Demo, Sebut Pemerintah Siap Tampung Aspirasi

“Masyarakat tidak perlu takut. Konstitusi dan UU kita memberikan jaminan dan kebebasan kepada setiap warga negara untuk berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan sesuai dengan Pasal 28 UUD NRI Tahun 1945," ujarnya di Senayan, Senin 28 November 2016.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Untuk itu, sudah semestinya seluruh pihak menghormati hak-hak konstitusional setiap warga negara.

img_title Ada Demo di Jakarta Hari Ini, KAI Ungkap Kondisi Terbaru Perjalanan Kereta dari Gambir

Selain dalam konstitusi, hak menyatakan pendapat di hadapan publik telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum. UU ini adalah produk penting dari era reformasi yang menjadikan Indonesia negara demokratis yang diakui negara-negara lain sampai saat ini.

"Jika ada pihak yang melarang aksi demonstrasi damai maka demokrasi kita bisa mundur kembali seperti rezim orde baru berkuasa,” ujarnya.

img_title Bukan Hanya Prancis, Protes Biaya Hidup Meluas ke Italia, Belgia, hingga Portugal

Menurut Almuzzammil, dalam UU tersebut tidak ada larangan tempat unjuk rasa kecuali yang tertuang dalam Pasal 9 Ayat 2, yaitu di lingkungan istana kepresidenan, tempat ibadah, instalasi militer, rumah sakit, pelabuhan udara atau laut, stasiun kereta api, terminal angkutan darat, dan objek-objek vital nasional.

Jadi, katanya, tidak ada dasar hukum pelarangan melakukan aksi di jalan raya selama unjuk rasa berjalan damai dan tertib sesuai peraturan perundang-undangan. Dalam UU tersebut, juga dijelaskan tidak diperlukan adanya surat izin dari penyelenggara aksi unjuk rasa kepada pihak Kepolisian. Yang diperlukan adalah sebatas surat pemberitahuan yang disampaikan kepada pihak Kepolisian.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Almuzzammil mengimbau agar melaksanakan unjuk rasa sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan melakukannya dengan damai, tertib, bersih, dan fokus pada tuntutan pada proses hukum.

"Aksi tersebut jangan sampai ditunggangi oleh pihak yang ingin berbuat makar. Unjuk rasa harus  dijaga agar tetap sejalan dengan peraturan UU,” katanya.  (webtorial)

ilustrasi Menara Eiffel

Demo Prancis Berlanjut! KBRI Paris Imbau WNI Waspada, Hindari Titik Ini

Aksi demonstrasi di Prancis rencananya akan berlanjut pada Sabtu 31 Oktober 2026. KBRI Paris melalui akun media sosial resminya imbau WNI yang berada di Prancis

img_title
VIVA.co.id
30 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut