Enam Tips Menghindari Investasi Bodong

Investasi properti.
Sumber :
  • U-Report

1. Cari tahu dahulu informasi secara detail tentang lembaga tersebut

img_title Sistem Usaha Terintegrasi OSS Diluncurkan Usai Lebaran

Langkah pertama yang harus dilakukan calon investor adalah mencari tahu terlebih dahulu informasi lengkap dari lembaga yang menawarkan investasi. Kalau perlu kroscek sampai tuntas mengenai kantor lembaganya, karyawan, dan produknya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

2. Datang langsung untuk melihat produknya

img_title Ciri-ciri Daerah yang Menguntungkan untuk Investasi Properti

Karena hal ini mempertaruhkan uang Anda, jadi Anda wajib datang langsung untuk melihat produknya. Jangan sampai fiktif. Misalnya lembaga tersebut menawarkan investasi hewan qurban, maka Anda juga harus tahu bagaimana mereka mempersiapkan produknya dan bagaimana pangsa pasarnya. Jika perlu, mintalah data salinan tertulis rencana pemasaran dan penjualan dari perusahaan

3. Lihatlah risiko secara utuh

img_title 10 Negara Terbaik Beli Properti di Dunia, Ini Posisi RI

Menurut Kikau, tidak sedikit masyarakat yang ‘buta’ akan penawaran investasi seperti ini. Jadi mereka lebih senang melihat keuntungan dibandingkan risiko yang bisa terjadi.

Sehingga alangkah baiknya bila Anda menganalisis dampak positif dari keuntungan namun juga kemungkinan risiko yang terjadi. “Ingat, semakin besar keuntungan yang diiming-imingi, semakin besar risiko kerugian yang akan Anda alami. Bukan sebaliknya,” ucap Kikau.

4. Hindari promotor yang tidak tahu rencana bisnis perusahaan

Selanjutnya adalah hindari promotor yang tidak tahu tentang rencana bisnis perusahaan. Logikanya, berinvestasi harus memahami jenis bisnisnya seperti apa. Lalu, apabila promotornya saja tidak bisa menjelaskan secara gamblang, bagaimana mereka bisa memberikan keuntungan?”

“Bagi Anda calon investor, sebaiknya terapkan ’10 second to think’ sebelum memutuskan untuk berinvestasi atau tidak. Jangan langsung bersedia jadi investor hanya karena diiming-imingi uang yang banyak,” ujar Kikau.

5. Cari tahu apakah ada permintaan untuk produk sejenis di pasaran

Cara lain yang bisa dilakukan adalah mencari tahu apakah ada permintaan untuk produk sejenis di pasaran atau tidak. Jika ada, ini bisa menjadi pertimbangan baik bagi Anda, tentang peluang bisnis jangka panjang. Setidaknya Anda bisa memperkirakan strategi bisnis yang dimiliki dan bagaimana lembaga tersebut berupaya menghasilkan keuntungan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

6. Pilihlah investasi yang menguntungkan seperti membeli properti

Menurut Kikau, berinvestasi di bidang properti adalah pilihan yang tepat. Anda bisa tahu lokasi, bangunan, dan siapa pengembangnya. Properti memiliki karakteristik yang menguntungkan seperti nilai jualnya yang akan semakin tinggi semakin lama.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut