Investasi Emas, Untung atau Rugi?
- VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar
Berbeda dengan saham seperti Coca-cola dan sejenisnya. Buffett menjelaskan, emas merupakan benda yang langka, namun bukan berarti barang tersebut bernilai untuk dijadikan investasi.
Anda mungkin berpikir bahwa emas memang bisa dijadikan investasi. Hanya saja ketika sudah dibeli, Anda hanya bisa menyimpannya dan memainkan waktu.
Sementara itu, emas tidak bisa berputar layaknya saham yang dinamis. Hal ini yang membuat sebenarnya emas tidak bernilai di mata Warren.
3. Bentuk berubah harga berubah
Ketika Anda mengelola saham kecil dan diubah menjadi lebih besar dengan berbagai pertimbangan. Maka pilihan hasilnya dua, berhasil atau gagal.
Namun untuk investasi emas, jika Anda mengubah bentuk padat menjadi perhiasan biasa, harganya akan jatuh dan menurun. Itu pun sudah pasti.
Lalu, untuk apa Anda menginvestasikan emas, sedangkan benda ini hanya bisa dibeli dan pelihara, kemudian jual kembali pada saat yang bagus. Jika tidak dalam keadaan menguntungkan, Anda harus menahannya.
4. Emas ditahan
Berbeda dengan kredit elektronik atau kendaraan, ketika kredit pertama Anda sudah bisa memboyong pulang dan menikmatinya. Namun, emas membutuhkan waktu cicilan hingga lunas baru Anda bisa membawanya pulang. Jika cicilan selesai ketika emas sedang jatuh, apes lah kita.
Investasi emas punya keunggulan dan kekurangan
Terlepas dari untung atau rugi jika dilihat dari berbagai ulasan, investasi emas terlihat tidak menjanjikan. Jika Anda memang menggunakan investasi sebagai cara mencari kesuksesan, dan memanen uang yang banyak, investasi emas bukan rekomendasi yang baik.
Sementara itu, jika hanya untuk mengalihkan nilai inflasi kekayaan Anda dan ingin menyimpannya dalam bentuk yang aman, gunakan investasi emas. Baik untung maupun rugi Anda harus siap menghadapi berbagai risiko dalam dunia investasi.