Sebulan Meluncur, Layanan Nebeng Grab Laris

Grab Indonesia meluncurkan layanan Nebeng
Sumber :
  • VIVA.co.id/Mitra Angelia

VIVA.co.id – Grab Indonesia telah sebulan lalu meluncurkan layanan GrabHitch. Layanan berbagi tumpangan sepeda motor dengan sistem terjadwal antara pengemudi dan penumpang dengan arah atau rute yang sama itu berkembang dengan baik. 

img_title Terapkan Potongan Aplikator 8 Persen Mulai 1 Juli 2026, Grab Patuhi Arahan Presiden Prabowo

Menurut Marketing Director Grab Indonesia, Mediko Azwar, perkembangan GrabHitch cukup signifikan. Sebab dalam sebulan,  mitra pengemudi GrabHitch sudah mencapai belasan ribu pengemudi. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Penumpang juga sudah ribuan, (transaksi) penumpang sehari ribuan juga," ujar Mediko kepada VIVA.co.id saat ditemui di Kawasan Kebon Sirih,  Jakarta, Selasa 29 November 2016.

img_title Wuling BinguoEV Jadi Armada Grab

Dari segi wilayah, Mediko mengatakan, pengguna yang mendominasi GrabHitch yaitu penumpang yang pulang pergi dari Bogor,  Depok,  Tangerang dan Bekasi (Bodetabek). Sebagian kecil dari Jakarta yang memang memiliki perjalanan panjang.

Layanan GrabHitch dikhususkan bagi penumpang jarak jauh, setidaknya mencapai lebih dari 15 kilometer. Untuk tarif perjalanan jarak jauh yang melebihi 15 kilometer dikenakan tarif dasar sebesar Rp1000 per kilometer dan biaya minimum Rp20 ribu. 

img_title Jadi Pemegang Saham Mayoritas Lebih dari 50%, Grab Perkuat Komitmen di Superbank

Uniknya, untuk keamanan, pengguna dan pengemudi GrabHitch nantinya akan disarankan untuk log in ke akun Facebook mereka. Hal ini untuk kecocokan kedua belah pihak, apakah ingin penumpang atau pengemudi yang sesama jenis. 

Dari enam negara yang tersedia Grab, tiga di antaranya telah tersedia layanan GrabHitch yaitu Indonesia, Malaysia dan Singapura. Namun layanan nebeng untuk sepeda motor hanya tersedia di Indonesia, untuk di Malaysia dan Singapura, layanan nebeng yang tersedia yaitu roda empat. 

UKM/UMKM go digital.

Trik Baru UMKM biar Makin Dilirik

Di era modern sekarang, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dituntut bukan hanya mengelola bisnis tapi juga fokus pada produk dan pelanggan.

img_title
VIVA.co.id
15 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut