Akhir 2016 Rupiah Bergerak Wajar, Pelemahan Cuma Sementara

Mata uang rupiah dan dolar AS.
Sumber :
  • VIVAnews/Muhamad Solihin

VIVA.co.id – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dalam beberapa hari terakhir kembali berfluktuasi ke level terendah. Rupiah sempat kembali menembus angka Rp13.500 per dolar AS.

img_title Rupiah Menguat ke Rp 17.632 saat Pasar Respons Positif Pelantikan Destry dan Perang Iran-AS Kembali Memanas

Ketua Tim Ahli Wakil Presiden, Sofjan Wanandi, saat berbincang dengan VIVA.co.id menilai, melemahnya mata uang Garuda jelang tutup tahun merupakan sesuatu hal yang wajar. Menurut Sofjan, pelemahan rupiah hanya bersifat sementara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Banyak orang yang belanja, banyak yang keluar negeri untuk liburan, kebutuhan dolar menjadi meningkat. Ada juga yang bayar utang. Ini selalu terjadi setiap tahun,” kata Sofjan, Kamis 22 Desember 2016.

img_title Rupiah Menguat ke Rp 17.702 Dibayangi Inflasi Pangan dan Kembali Memanasnya Perang Iran-AS

Sofjan pun menampik, melemahnya rupiah dipengaruhi dari peluncuran mata uang desain baru, yang dibanding-bandingkan dengan mata uang global seperti yuan dan euro. Ia memandang, hal itu sama sekali tidak berkaitan.

Peluncuran tersebut, justru diapresiasi oleh ketua Dewan Pertimbangan Asosiasi Pengusaha Indonesia tersebut. Apalagi, uang desain baru yang belum lama ini diluncurkan mampu meminimalisasi terjadinya pemalsuan.

img_title Rupiah Melemah Pagi Ini Tertekan Eskalasi Konflik AS-Iran

“Itu terlalu jauh. Sekarang BI sudah memiliki teknologi, yang bisa membuat rupiah tidak bisa dipalsukan. Saya tidak melihat ada hubungan dengan itu,” katanya.

Hal senada diungkapkan oleh ekonom PT Bank Permata Tbk, Josua Pardede, kepada VIVA.co.id. Ia memandang, tertekannya rupiah masih diliputi dari kenaikan tingkat suku bunga bank sentral AS atau The Fed.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Ditambah dengan keputusan Janet Yellen (gubernur bank sentral AS). Kemarin juga terjadi beberapa peristiwa, seperti aksi terorisme di Rusia dan Berlin, Jerman,” ujarnya.

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate BI, rupiah pada hari ini berada di posisi Rp13.435, kembali menguat Rp38 per dolar AS. Pada posisi Rabu 21 Desember 2016, rupiah di level Rp13.473 per dolar AS.

Uang dolar AS dan rupiah.

Rupiah Melemah ke Rp 17.650 saat Pendapatan Kelas Menengah RI Anjlok dan Tensi Iran-AS Kembali Melonjak

Hingga pukul 09.01 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 17.650 per dolar AS. Posisi itu melemah 8 poin atau 0,05 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 17.642 per dolar AS.

img_title
VIVA.co.id
7 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut